Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Ada Diskriminasi, Stigma Masyarakat Sebabkan Orang Dengan Gangguan Jiwa Enggan Berobat

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Ada Diskriminasi, Stigma Masyarakat Sebabkan Orang Dengan Gangguan Jiwa Enggan Berobat Doc: ANTARA/HO-Kemensos
Ket. Tim dari Kementerian Sosial meninjau kondisi ODGJ berinisial LB di rumahnya di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (24/9/2024).

Mamasa - Dokter Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar Annisa R mengatakan adanya stigma di masyarakat menyebabkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) enggan berobat.

"Ya, mencap, mendiskriminasi pasien-pasien dengan gangguan jiwa. Jadi pasien itu kadang-kadang takut berobat ke poli jiwa, karena dicap gila," kata Annisa R saat ditemui di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu.

Padahal pasien yang mendatangi poli jiwa bisa jadi hanya memiliki keluhan susah tidur atau sering menangis karena ada masalah.

"Tapi tiba-tiba dicap orang gila, terus dibedakan, didiskriminasi, jadi kadang-kadang pasien sadar butuh pengobatan, tapi tidak berani menghadapi stigma dari masyarakat," katanya.

Annisa menambahkan keputusan keluarga untuk memasung anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa juga merupakan stigma.

"Mereka distigma, dikucilkan, didiskriminasi. Dipasung salah satu contoh juga," katanya.

Menurut dia, masyarakat di Kabupaten Mamasa, Sulbar, masih banyak yang memilih untuk memasung anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa karena kuatir jika mereka tidak dipasung, akan membahayakan masyarakat di sekitarnya. Padahal dukungan keluarga sangat berperan penting dalam penyembuhan ODGJ.

"Kunci utamanya adalah pendampingan dari keluarga. Meskipun dibawa berobat, diantar ke rumah sakit, tidak dipasung, tapi kalau keluarga tidak perhatikan, kadang kan pasien tidak tahu jadwal minum obat," katanya.

Sebelumnya Kementerian Sosial (Kemensos) melepaskan pasung seorang ODGJ berinisial LB (58) dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Polewali Mandar.

Pelepasan pasung ini merupakan salah satu rangkaian Bakti Sosial ke-8 yang dilakukan oleh Kemensos di Kabupaten Mamasa. Di RSJ, LB akan dirawat dan dicari penyebab serta diupayakan penyembuhannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.