Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Columbia Exchange' yang Merusak Alam Amerika

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Dipenuhi dengan antisipasi tetapi juga ketakutan, mereka memulai hidup baru di tempat yang jauh dan tidak dikenal, serta hanya mengenal kehidupan, makanan, hewan, dan pemandangan alam di Eropa. Mereka juga tidak hanya membawa barang-barang mereka, tetapi juga ide-ide, tradisi, arsitektur, praktik pertanian, dan aspek-aspek lain dari budaya mereka. Tujuannya adalah untuk menciptakan kembali lingkungan yang sudah dikenal yang mencerminkan asal-usul mereka dan memberi kenyamanan di dunia baru.

Selama pelayaran keduanya ke Pulau Hispaniola, salah satu pemukiman Eropa paling awal di Amerika, Christopher Columbus membawa berbagai benih untuk menanam makanan pokok Eropa seperti gandum, buncis, melon, bawang, anggur, dan tebu, dan lain-lain.

Awalnya, iklim tampak ideal dan tanaman tumbuh dalam waktu singkat. Namun, tanaman pangan terpenting bagi diet orang Spanyol yaitu gandum, anggur, dan zaitun gagal tumbuh subur, sehingga tidak bisa menghasilkan anggur atau minyak.

Meskipun demikian, mereka tidak harus sepenuhnya beradaptasi dengan diet asli karena buah-buahan lain tumbuh subur seperti pisang dari Kepulauan Canary. Lainnya adalah sayuran seperti kembang kol, kubis, lobak, selada, dan buah-buahan seperti jeruk, delima, dan buah ara.

Dengan tambahan ini, diet orang Eropa di dunia baru ini tetap mempertahankan sesuatu yang familiar yang mengingatkan mereka akan kampung halaman setiap kali disantap.

Impor tanaman lokal tidak terbatas pada konsumsi pribadi. Sejak penaklukan Madeira dan Kepulauan Canary, ditemukan bahwa penggunaan lahan yang luas untuk membudidayakan tebu atau kapas untuk diekspor ke Eropa ternyata sangat menguntungkan.

"Sistem ini, dikombinasikan dengan eksploitasi dan perbudakan yang ketat, memberi kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi kolonial," tulis Urdapilleta.

Awalnya, penduduk asli menjadi sasaran sistem ini, tetapi di beberapa tempat, kerja keras yang disertai penyakit yang dibawa oleh orang Eropa seperti cacar, pergolakan ekonomi dan sosial, serta perang, mengakibatkan kematian banyak orang selama satu setengah abad pertama penaklukan. Hal ini mengharuskan impor budak dari Afrika, dan kemudian, hewan juga.

Akibatnya hanya dalam beberapa generasi saja sebagian besar penduduk asli Amerika telah menghilang. Diperkirakan sekitar 20 juta orang meninggal setelah invasi Eropa di benua itu dimana angka tersebut mewakili sekitar 95 persen dari total populasi. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.