Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Columbia Exchange' yang Merusak Alam Amerika

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Columbia Exchange' yang Merusak Alam Amerika Doc: afp/ MARIA BASTONE

Penaklukan Amerika oleh orang-orang Eropa mengubah lingkungan secara signifikan. Penyakit, tumbuhan, dan hewan yang dibawa oleh penjajah Eropa, mengubah ekosistem secara drastis, dengan konsekuensi lingkungan yang kompleks.

Dalam sejarah, dampak penjajahan Eropa terhadap lingkungan merupakan topik yang tidak banyak diungkap. Meskipun banyak perhatian telah diberikan pada konsekuensi bagi populasi manusia asli, khususnya aspek budaya, ekosistem tidak diperhatikan. Padahal alam juga merupakan aktor utama dalam proses sejarah.

Kedatangan pada pemukim baru dari Eropa menimbulkan konsekuensi serius. Tanpa disadari mereka membawa berbagai virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit baik pada manusia, tumbuhan, dan hewan. Hal ini terus mempengaruhi kehidupan di Amerika hingga hari ini.

Sebuah istilah yang disebut Pertukaran Kolumbia atau Columbia Exchange, semuanya diawali pada abad ke-15 ketika penjajah Portugis pertama berlayar ke arah barat untuk mencari tanah untuk menetap. Daratan pertama yang dijelajahi yaitu kepulauan yang saat ini diberi nama Madeira yang terletak di Atlantik di lepas pantai Afrika utara.

Ketika kapal mereka bersandar, kepulauan itu belum tersentuh manusia. Tidak berpenghuni, dan tidak memiliki tanda-tanda pendudukan manusia, bahkan tidak ada jejak manusia dari era Paleolitik atau Neolitik.

Ketika pertama kali tiba pada tahun 1420, mereka bertekad untuk menaklukkan pulau di selatan Madeira yang sekarang kemudian dinamai Porto Santo. Di sini sang kapten kapal muncul dengan ide untuk melepaskan beberapa kelinci yang telah berkembang biak di kapal.

Hewan-hewan kecil ini sangat umum di Semenanjung Iberia, jadi mereka tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun di pulau perawan ini yang penuh dengan rumput yang subur dan menggugah selera, tanpa predator atau patogen apapun, mereka mulai berkembang biak tak terkendali dan memakan apapun yang ditanam oleh manusia.

"Orang Portugis tidak akan membiarkan penjajah berbulu ini mengambil alih pulau mereka, jadi mereka mengambil senjata, menyerang liang mereka, dan membunuh sebanyak mungkin kelinci," tulis Marina Urdapilleta, sejarawan spesialisasi dalam manajemen warisan budaya dalam tulisannya di The Collector.

Upaya mereka sia-sia karena mereka tidak dapat menghentikan laju perkembang-biakan kelinci, sehingga mereka tidak punya pilihan selain meninggalkan pulau itu. Perkembangbiakan kelinci yang tidak terbendung bukan hanya di Porto Santo. Hal ini terjadi juga ketika Inggris menemukan Australia.

Dari Porto Santo, orang Portugis pindah ke pulau tetangga yang lebih besar di utara yang kemudian dinamakan Madeira. Pulau ini memang bebas dari kelinci, tetapi menghadapi masalah berupa padatnya populasi manusia dan pepohonan yang membuat tidak ada tempat untuk menetap. Bahkan nama yang mereka berikan yaitu Madeira yang berarti kayu, merujuk pada hutan luas di pulau itu. Karena tidak punya kesabaran untuk menebang pohon satu per satu, mereka memutuskan untuk membakar pulau itu.

Menurut cerita, kebakaran yang terjadi hampir menelan seluruh pulau, memaksa penduduknya untuk mencari perlindungan di laut selama dua hari dua malam tanpa makanan atau minuman. Konon kebakaran itu berlangsung selama tujuh tahun.

Penaklukan pulau-pulau ini, yang menandai dimulainya ekspansi Eropa, menunjukkan ketidaktahuan besar yang ada tentang lingkungan. Hal itu mengawali proses kolonisasi yang sangat khusus yang kemudian menjadi hal yang konstan yaitu penghancuran lingkungan asli, termasuk masyarakat, tumbuhan, dan hewan, serta pengenalan flora dan fauna Eropa baru, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Eropanisasi Dunia Baru

Para pemukim pertama dapat dibayangkan sebagai suatu kelompok yang memulai perjalanan ke suatu tujuan yang tidak diketahui. Mereka berharap untuk meninggalkan kesengsaraan mereka dan menemukan sebidang tanah untuk ditanami untuk akhirnya menetap dan menjalani kehidupan yang damai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.