Paradoks Agama Dalam Etika Publik
📅 Selasa, 24 Sep 2024, 13:19 WIB | Oleh: Tim PenulisPada akhirnya, di tengah krisis etika yang menggerogoti kehidupan publik, agama tidak bisa lagi hanya menjadi aksesori atau formalitas. Nilai-nilai moral universal yang diajarkan agama harus menjadi fondasi dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika agama dipahami secara dangkal dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pragmatis, ketimpangan sosial dan ketidakadilan akan terus berlanjut.
Diperlukan komitmen kuat dari semua pihak untuk menjadikan agama sebagai sumber etika publik yang nyata dan solutif, bukan sekadar simbol kosong. Jika ini terwujud, agama akan berperan signifikan dalam menciptakan tata kelola yang bersih, adil, dan bermartabat bagi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!