Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Takut Gempa Susulan, Warga Pulau Morotai Mengungsi Pascagempa M5,6

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 10:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Takut Gempa Susulan, Warga Pulau Morotai Mengungsi Pascagempa M5,6 Doc: ANTARA/Abdul Fatah
Ket. Sejumlah warga di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengungsi ke lokasi yang lebih aman menyusul gempa bumi marnitudo 5,6 yang terjadi di wilayah tersebut pada Kamis (19/9/2024) sore.

TERNATE - Sejumlah warga di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, sejak Kamis (19/9) malam mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena takut terjadi gempa susulan usai gempa bumi Magnitudo 5,6 yang terjadi di daerah tersebut pada Kamis (19/9) sore.

"Saat terjadi gempa bumi kemarin kami berada di dalam rumah, tetapi guncangan kuat, sehingga kami lari keluar rumah," kata Ranto Padoma, warga Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur saat dihubungi dari Ternate, Jumat (20/9).

Gempa bumi dengan jarak 50 kilometer Timur Laut Daruba, ibu kota Kabupaten Pulau Morotai pada kedalaman 32 kilometer itu membuat puluhan rumah warga di daerah setempat mengalami rusak.

Dia mengatakan, sebagian dinding rumah mereka juga roboh, akibat gempa bumi yang terjadi pada Kamis sore kemarin.

"Panik sekali saat terjadi gempa bumi, sehingga istri dan anak-anak memilih mengungsi ke kebun, karena selain menghindari gempa bumi susulan, juga takut terjadi tsunami," kata Ranto.

Sebagian warga Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur lainnya juga merasa masih takut dan memilih mendirikan tenda darurat di depan rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Morotai, Muslim Djumati melaporkan ada 27 rumah warga yang mengalami rusak. Rumah tersebut tersebar di delapan desa pada dua kecamatan di Kabupaten Pulau Morotai.

Pertama Kecamatan Morotai Timur terdapat tujuh desa yang meliputi Desa Rahmat, sebanyak empat unit rumah warga rusak, kemudian Desa Sambiki Baru satu unit rumah warga, Desa Hino ada tiga rumah warga yang rusak.

Sementara Desa Gamlamo, terdapat tiga unit rumah warga yang rusak, Desa Gamlamoada tiga unit rumah warga, Desa Sambiki Tua terdapat tiga unit rumah warga, kemudian Desa Mira dilaporkan dua unit rumah warga yang rusak, selanjutnya Sangowo Barat juga dilaporkan tiga unit rumah warga yang rusak.

Sedangkan kedua, untuk Kecamatan Morotai Jaya terdapat satu desa yang terkena dampak, yakni Desa Libano dilaporkan sebanyak enam unit rumah warga yang mengalami kerusakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.