Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketebalan Lapisan Esnya Mencapai 20 Kilometer

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Ketebalan Lapisan Esnya Mencapai 20 Kilometer Doc: afp/ Frederic J. Brown

Permukaan bulan Jupiter Europa yang permukaannya diselimuti es sangat membingungkan dan menarik bagi para ilmuwan. Oleh karenanya NASA melakukan misi Europa Clipper yang rencananya akan diluncurkan tidak lama lagi.

Salah satu yang akan diteliti dalam misi Europa Clipper adalah mempelajari apakah bulan ini dapat mendukung kehidupan. Salah satu faktor kunci yang dapat menentukan kemungkinan kehidupan di satelit alami ini adalah struktur bulan es yang setua Bumi.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances memperkirakan lapisan es Europa setebal setidaknya 20 kilometer. Europa memiliki lapisan es air, yang menyembunyikan lautan air asin yang luas di bawahnya. Perkiraan sebelumnya mengenai ketebalan lapisan esnya berkisar dari hanya beberapa kilometer hingga beberapa puluh kilometer.

"Perbedaan perkiraan ini terjadi karena para ilmuwan menggunakan fitur permukaan yang berbeda di Europa," kata Shigeru Wakita, seorang ilmuwan peneliti di Universitas Purdue dan salah satu penulis studi tersebut, kepada laman Down To Earth (DTE).

"Telah terjadi perdebatan panjang mengenai ketebalan lapisan es Europa, penting untuk menentukan hal ini karena ketebalan lapisan es menentukan proses apa yang dapat terjadi di dalam es," kata Brandon Johnson, seorang profesor madya di Universitas Purdue, kepada DTE.

Johnson mengatakan ketebalan lapisan es Europa mempengaruhi seberapa banyak panas yang dihasilkan oleh pasang surut di dalamnya atau pemanasan pasang surut dan bagaimana material bergerak antara permukaan dan lautan di bawahnya, kata studi tersebut. Faktor-faktor ini penting untuk mengetahui apakah bulan es tersebut dapat mendukung kehidupan.

Europa terus-menerus meregang dan melentur akibat orbitnya sendiri, gravitasi Jupiter, dan orbit bulan-bulan di dekatnya seperti Io dan Ganymede. Tarikannya menyebabkan terjadinya pasang surut pemanasan yang membuat Europa tetap aktif secara geologis.

Para peneliti menganalisis data dan gambar dari wahana antariksa Galileo milik NASA, yang mempelajari Europa pada tahun 1998. Mereka secara khusus mengamati kawah tumbukan untuk mendapatkan wawasan tentang ketebalannya.

"Untuk membentuk kawah di Europa, diperlukan material eksogenik, seperti komet. Morfologi kawah sensitif terhadap ketebalan dan struktur cangkang es. Jadi, mempelajari pembentukannya sangat penting untuk mengungkapnya," tutur Wakita.

Tim kemudian mengandalkan simulasi numerik untuk mereproduksi pembentukan kawah dan menghitung ketebalan cangkang es Europa. Penelitian menunjukkan bahwa cangkang bulan es itu tebal. "Jika cukup tebal, konveksi atau pembalikan terus-menerus sebagian cangkang es dapat terjadi," ungkap Johnson.

Cangkang es yang tebal, tambah dia, membuat pertukaran antara es dan lautan menjadi lebih sulit. Namun pendorong lain subduksi dan kriovolkanisme mungkin masih merupakan proses penting untuk pertukaran material antara permukaan dan lautan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.