Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbud Sebut 10 Tahun Pembangunan Pendidikan Berada di Koridor Tepat

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendikbud Sebut 10 Tahun Pembangunan Pendidikan Berada di Koridor Tepat Doc: ANTARA/HO-Badan Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
Ket. Tangkapan layar - Sesjen Kemendikbudristek memaparkan capaian kebijakan Merdeka Belajar terhadap wilayah 3T di Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan 10tahun pembangunan pendidikan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah berada di koridor yang tepat.

"Kami semakin yakin bahwa kita telah berada di koridor yang benar, Kemendikbudristek ingin terus meningkatkan kualitas pembelajaran, yang akhirnya memberikan dampak positif untuk meningkatkan kompetensi anak-anak Indonesia melalui berbagai program Merdeka Belajar," ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek Suhartidalam rilis di Jakarta, Rabu.

Capaian pemerataan akses terhadap layanan pendidikan serta peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan dengan berbagai terobosan Merdeka Belajar guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Ia mengatakan dampak positif dari Merdeka Belajar saat ini mulai terlihat dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Sekolah-sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam tiga tahun terakhir terbukti jauh lebih baik hasil capaian literasi dan numerasinya dibandingkan dengan sekolah yang baru satu atau dua tahun serta sekolah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka.

Selain berfokus pada peningkatan kualitas, Kemendikbudristek juga berfokus pada pemerataan akses. Salah upaya yang telah dilakukandengan menyalurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

"Tentunya hal ini bertujuan untuk menahan anak-anak Indonesia putus sekolah dan menurunkan disparitas antara kelompok termiskin dengan kelompok terkaya," katanya.

Sebagai bentuk upaya percepatan pemerataan pendidikan, pihaknya juga telah menyesuaikan satuan biaya Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Ia menyebutkan satuan biaya BOSP antara daerah perkotaan dengan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) saat ini sudah berbeda dengan di Jakarta atau di Surabaya.

Ia menyebutkan selama 10 tahun terakhir, data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mengalami tren peningkatan dari 68,90 pada 2014 menjadi 73,55. Adapun angka Harapan Lama Sekolah anak usia 7 tahun ke atas meningkat dari 12,55 pada 2015 menjadi 13,15 pada 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.