Survei: Warga Asia Tenggara Fokus pada Inflasi dan Ketahanan Pangan
📅 Rabu, 18 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S"Bagi saya, mereka adalah mayoritas yang diam dan perlu bersuara dan menyampaikan keprihatinan mereka kepada pemerintah," ungkapnya.
Ke depannya, hampir 60 persen orang di Asia Tenggara meyakini kehidupan mereka akan sangat terpengaruh oleh perubahan iklim dalam 10 tahun ke depan, naik dari 55,7 persen pada tahun 2023. Dan 73,5 persen sangat khawatir atau agak khawatir pemanasan dunia akan memengaruhi ketersediaan dan keterjangkauan pangan dalam tiga tahun ke depan, menurut survei tersebut.
Lebih dari separuh responden survei meyakini dampak perubahan iklim akan berdampak negatif pada kesehatan mereka. Responden dari Filipina (71,5 persen), Vietnam (61,4 persen), dan Thailand (55,8 persen) menunjukkan kekhawatiran terbesar. Di Singapura, 42,1 persen merasa dampak perubahan iklim akan memengaruhi kesehatan mereka.
Banjir (70,3 persen), gelombang panas (51,8 persen), dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat (49,8 persen) adalah tiga dampak perubahan iklim paling serius dalam pengalaman iklim yang dialami masyarakat di kawasan tersebut pada 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!