Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator DPR Desak UU Masalah Mafia Tanah dan Revisi UU Kepailitan Segera Dilakukan

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 17:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Legislator DPR Desak UU Masalah Mafia Tanah dan Revisi UU Kepailitan Segera Dilakukan Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Ket. Anggota Komisi II DPR Fraksi PDI Perjuangan Riyanta mengikuti rapat kerja (raker) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pekan lalu.

Jakarta - Maraknya kasus mafia tanah dan kurator nakal menjadi perhatian serius anggota komisi II DPR RI, Riyanta. Menurutnya, kasus-kasus ini terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Bahkan, berdasarkan informasi yang bersumber dari internal Badan Pertanahan Negara, modus operandi yang terjadi adalah penipuan dengan pola perkara palsu.

"Jadi sebenarnya tidak ada masalah dengan objek tanah. Tetapi para mafia itulah yang membuat perkara palsu. Mereka seakan-akan melakukan gugatan, tetapi dengan objek yang sebenarnya tidak ada alias palsu", ungkap Riyanta, yang juga ketua Umum Gerakan Jalan Lurus atau GJL.

Selanjutnya Riyanta mendesak pihak kepolisian untuk sungguh-sungguh mengusut para Mafia tanah ini, karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Negara harus terlibat dan aktif dalam upaya-upaya pendeteksian dini sebagaimana tertuang dalam pasal 184 KUHP, hal ini untuk menjaga kewibawaan negara dan sesuai dengan visi dan misi GJL atau Gerakan Jalan Lurus", tambahnya.

Terkait masalah kurator nakal dalam kasus perlindungan hukum harta pailit serta penurunan nilai yang dialami debitur PT Rendamas Realty atas nama pemilik Jane Christina Tjandra beralamat di Jalan Arjuna Nomor 1 Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Riyanta memastikan bahwa kasus tersebut saat ini sedang di tangani bersama oleh Polda Bali, Bareskrim Polri dan Irwasum Polri.

"Saat ini kasus pailit Hotel Sing Ken Ken di Bali milik ibu Jane sedang di tangani oleh pihak kepolisian", tambah Riyanta.

Sebagai informasi, menurut Riyanta, kasus pailit Hotel Sing Ken Ken yang terjadi Bali ini adalah kasus perampokan harta debitur yang di lakukan oleh oknum kurator nakal. Untuk itu, Riyanta mendesak agar segera di lakukan revisi Undang Undang Kepalilitan. Hal ini untuk menghindari hal serupa yang terjadi yang menimpa pemilik hotel tersebut, yaitu Jane Christina Tjandra.

Lebih lanjut, Riyanta menjelaskan bahwa sikapnya ini sebagai wujud dari azaz Gerakan Jalan Lurus yang di pimpinnya, yaitu membela kebenaran sesuai dengan Pancasila dan UUD1945

"Berbicara soal keadilan adalah amanat dari UUD1945 dan Pancasila, untuk itu perampokan oleh oknum kurator terhadap debitur, tidak dapat di benarkan", tutup Riyanta dalam kesempatan wawancara terpisah yang di lakukan di tengah-tengah aktivitasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.