Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Terbakar di Sumsel Capai 2.948 Hektare

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lahan Terbakar di Sumsel Capai 2.948 Hektare Doc: ANTARA/HO-BPPIKHL Sumatera
Ket. Personal satgas karhulta memadamkan api di Kecamatan Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir, Sumsel, Selasa (13/8/2024).

Palembang - Bencana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mencatat lahan terbakar di wilayah itu mencapai 2.984 hektare periode Januari-Agustus 2024.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Senin, mengatakan hingga Agustus 2024, lahan yang terbakar di Sumsel mencapai 2.948 hektare. Untuk lahan terbakar Musi Banyuasin (Muba) 1.702 hektare, Musi Rawas Utara (Muratara) 311,5 hektare, Banyuasin 189,4 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI).

Kemudian, Muara Enim 180,3 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 124,7 hektare, Ogan Ilir 86,3 hektare, Musi Rawas: 75,2 hektare, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 39,6 hektare, OKU 21,8 hektare, Kota Palembang 20,7 hektare, dan Prabumulih 10,8 hektare.

Sedangkan, lima daerah lainnya, yakni Lubuklinggau, Lahat, OKU Selatan, Empat Lawang dan Pagar Alam tidak ada lahan yang terbakar.

"Seluas 2.948,1 hektare lahan yang terbakar tahun ini, 1.548,1 hektare di antaranya terjadi di lahan mineral dan 1.364 hektare di lahan gambut. Muba menjadi daerah yang paling luas terbakarnya mencapai 1.702 hektare pada periode Januari-Agustus 2024," katanya.

Ia mengatakan, lahan yang terbakar sepanjang Januari-Agustus 2024 itu tidak lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang mencapai 4.162,3 hektare.

Namun, pada tahun ini lebih luas jika dibandingkan periode yang sama pada 2020 mencapai 834,4 hektare, 2021 seluas 2.003,2 hektare, dan 2022 seluas 2.769,5 hektare.

"Kami berharap pada tahun ini tak lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat puncak kemarau sudah terlewati pada akhir Juli-Agustus 2024," kata Sudirman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.