Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar Peringatkan AI 'Mempercepat Krisis Iklim'

📅 Minggu, 15 Sep 2024, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis

Untuk mengembangkan alatnya, Luccioni bereksperimen dengan model AI generatif yang dapat diakses semua orang, atau open source, tetapi ia juga ingin melakukannya pada model komersial dari Google atau pencipta ChatGPT, OpenAI, yang enggan menyetujuinya.

Meskipun Microsoft dan Google telah berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon pada akhir dekade ini, raksasa teknologi AS itu melihat emisi gas rumah kaca mereka melonjak pada tahun 2023 karena AI: naik 48 persen untuk Google dibandingkan dengan tahun 2019 dan 29 persen untuk Microsoft dibandingkan dengan tahun 2020.

"Kita mempercepat krisis iklim," kata Luccioni. Ia menyerukan lebih banyak transparansi dari perusahaan teknologi.

Solusinya, katanya, bisa datang dari pemerintah yang, untuk saat ini, "bertindak membabi buta," tanpa mengetahui apa yang ada "dalam kumpulan data atau bagaimana algoritmanya dilatih."

"Begitu kita memiliki transparansi, kita dapat mulai membuat undang-undang."

Ketenangan Energi

Penting juga untuk "menjelaskan kepada orang-orang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh AI generatif, dan berapa biayanya," menurut Luccioni.

Dalam studi terbarunya, peneliti ini menunjukkan bahwa memproduksi gambar definisi tinggi menggunakan kecerdasan buatan menghabiskan energi sama banyaknya dengan mengisi ulang baterai ponsel Anda hingga penuh.

Di saat semakin banyak perusahaan ingin mengintegrasikan teknologi lebih jauh ke dalam kehidupan kita -- dengan bot percakapan dan perangkat yang terhubung, atau dalam pencarian daring -- Luccioni menganjurkan "ketenangan energi".

Idenya di sini bukanlah untuk menentang AI, katanya menekankan, melainkan untuk memilih alat yang tepat, dan menggunakannya dengan bijaksana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

44 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.