Pakar Peringatkan AI 'Mempercepat Krisis Iklim'
📅 Minggu, 15 Sep 2024, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Education.cfr.org/Morris MacMatzen/Getty Images
MONTREAL - Jika Anda peduli terhadap lingkungan, pikirkan dua kali sebelum menggunakan AI (artificial intelligence).
Kecerdasan buatan (AI) generatif menggunakan energi 30 kali lebih banyak daripada mesin pencari tradisional, demikian peringatan peneliti Sasha Luccioni, dalam misinya meningkatkan kesadaran tentang dampak lingkungan dari teknologi baru yang populer.
Diakui sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia AI oleh majalah Amerika Time pada tahun 2024, ilmuwan komputer Kanada asal Russia itu telah berupaya selama beberapa tahun untuk mengukur emisi program seperti ChatGPT atau Midjourney.
"Saya merasa sangat kecewa bahwa AI generatif digunakan untuk mencari di Internet," keluh peneliti tersebut, yang berbicara dengan AFP di sela-sela konferensi kecerdasan buatan ALL IN, di Montreal, Kanada.
Model bahasa yang menjadi dasar program tersebut membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat besar untuk melatih miliaran titik data, sehingga memerlukan server yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu ada energi yang digunakan untuk menanggapi permintaan masing-masing pengguna.
Alih-alih sekadar mengekstrak informasi, "seperti yang dilakukan mesin pencari untuk menemukan ibu kota suatu negara, misalnya", program AI "menghasilkan informasi baru" yang membuat semuanya "jauh lebih membutuhkan energi," jelasnya.
Menurut Badan Energi Internasional, gabungan sektor AI dan mata uang kripto mengkonsumsi hampir 460 terawatt jam listrik pada tahun 2022, dua persen dari total produksi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Efisiensi Energi
Sebagai peneliti terkemuka tentang dampak AI terhadap iklim, Luccioni berpartisipasi pada tahun 2020 dalam penciptaan alat bagi pengembang untuk mengukur jejak karbon dalam menjalankan sebuah kode. "CodeCarbon" telah diunduh lebih dari satu juta kali.
Kepala strategi iklim perusahaan rintisan Hugging Face, sebuah platform untuk berbagi model AI akses terbuka, saat ini tengah berupaya menciptakan sistem sertifikasi untuk algoritma.
Mirip dengan program dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat yang memberikan skor berdasarkan konsumsi energi perangkat dan peralatan elektronik, program ini memungkinkan untuk mengetahui konsumsi energi suatu produk AI guna mendorong pengguna dan pengembang untuk "membuat keputusan yang lebih baik."
"Kami tidak memperhitungkan air atau material langka," katanya, "tetapi setidaknya kami tahu bahwa untuk tugas tertentu, kami dapat mengukur efisiensi energi dan mengatakan bahwa model ini memiliki nilai A+, dan model itu memiliki nilai D," katanya.
Transparansi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!