Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perusahaan Farmasi Tanam 7,5 Juta Pohon

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 20:15 WIB | Oleh:
Perusahaan Farmasi Tanam 7,5 Juta Pohon Doc: istimewa
Ket. Dari kiri ke kanan Nani Hendiarti, Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, ?Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia dan Dodit Ardian Pancapana ST.,Msc, Kepala Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat?. Mereka menunjukkan dokumen nota kesepahaman yang bertujuan untuk memperluas komitmen untuk menanam hingga 20 juta pohon di sekitar Sungai Citarum.

JAKARTA - Perubahan iklim memperburuk tingkat kesehatan, termasuk adanya peningkatan penyakit kronis. Sektor kesehatan juga merupakan kontributor signifikan terhadap perubahan iklim yang bertanggung jawab atas sekitar 5 persen dari emisi gas rumah kaca (GRK) global.

Guna menjawab permasalah tersebut AstraZeneca Indonesia, menjadi mitra dalam mitra pengetahuan keberlanjutan (sustainability knowledge partner) dari Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024. Dalam acara tersebut perusahaan farmasi ini menyelenggarakan sesi bertemakan memperjuangkan perlindungan lingkungan dan pemulihan keanekaragaman hayati untuk masyarakat, masyarakat, dan planet bumi yang sehat.

"Tema Championing environmental protection and biodiversity restoration for healthy people, society and the planet menyoroti kebutuhan mendesak bagi seluruh pemangku kepentingan untuk secara aktif berkontribusi dalam melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati," ujar Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay melalui siaran pers Rabu (11/9).

Ia memaparkan, kesehatan adalah pondasi bersama yang memungkinkan masyarakat untuk berkembang dan perekonomian untuk tumbuh pesat. AstraZeneca, menyadari bahwa mengambil tindakan untuk mendorong keberlanjutan adalah hal yang mendasar untuk membangun masa depan yang sehat bagi manusia, masyarakat, dan bumi.

"Kami juga percaya bahwa kolaborasi adalah kunci utama karena kita tidak dapat menyelesaikan masalah perubahan iklim sendirian. Melalui program unggulan global kami, AZ Forest di Indonesia, kami telah menanam lebih dari 7,5 juta pohon di lahan seluas 19.000 hektar dan lebih dari 21.000 keluarga petani serta kesempatan peningkatan keterampilan yang diberikan, yang berdampak pada 71.000 petani," ungkapnya.

Pada bulan Agustus 2024, AstraZeneca Indonesia menandatangani perpanjangan nota kesepahaman (MOU) dengan Kemenko Marves. Hal ini bertujuan untuk memperluas komitmen untuk menanam hingga 20 juta pohon di daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti, menyatakan, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memenuhi komitmen Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Keterlibatan sektor swasta menggarisbawahi dedikasi kuat bangsa kita terhadap keberlanjutan.

"Kami berterima kasih kepada AstraZeneca atas kolaborasi strategis dan aksi nyata yang menghasilkan hasil yang terukur dan berdampak signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat setempat, serta berkontribusi pada upaya aksi iklim global," tuturnya.

Ia juga ingin mendorong semua pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi penta-helix, antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media. Kerja sama untuk memastikan keberlanjutan dapat dicapai secara komprehensif.

"Hanya dengan sinergi yang kuat semua upaya akan berjalan dengan baik dan membawa manfaat jangka panjang," imbuh Deputi Nani.

Sebagai tindak lanjut dari MOU dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tentang Reboisasi dan Revitalisasi Lahan Kritis di Indonesia, hari ini AstraZeneca menandatangani MOU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang revitalisasi DAS Citarum Melalui Penyediaan Bibit Pohon Dan Penyusunan Studi Kelayakan Terkait Percontohan Karbon.

Dengan nama Kesepakatan Bersama ini kata Nani semakin menegaskan komitmen AstraZeneca mendukung upaya pemerintah Jawa Barat untuk memerangi deforestasi dan meningkatkan ekosistem lokal. Terhadap kesepakatan tersebut diharapkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengawal implementasi kesepakatan ini dengan baik.

"Pemantauan dan evaluasi yang ketat sangat diperlukan agar setiap program yang telah disepakati bisa berjalan sesuai target dan memberikan hasil nyata bagi DAS Citarum," ujarnya.

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, menyatakan Citarum merupakan sumber kehidupan yang vital bagi hampir 25 juta orang. Olah karenanya sungai ini tidak boleh dibiarkan tercemar oleh ulah mereka yang tidak bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.