Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesepakatan Ini Berpotensi Tingkatkan Perdagangan RI dan Tunisia

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesepakatan Ini Berpotensi Tingkatkan Perdagangan RI dan Tunisia Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi saat berkunjung ke kantor redaksi ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2024).

Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi mengatakankesepakatan perdagangan preferensial RI-Tunisia (IT-PTA), setelah disahkan, berpotensi meningkatkan nilai kerja sama perdagangan bilateral hingga satu miliar dolar AS (Rp15,44 triliun).

"IT-PTA mencakup pengurangan atau dispensasi tarif pada 250 item, dan setelah itu, dalam bayangan saya, kerja sama ekspor kita bisa mencapai angka 500 juta hingga satu miliar dolar AS," kata Zuhairi dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Selasa.

Apabila nilai kerja sama ekonomi dengan Tunisia itu berhasil mencapai satu miliar dolar AS, Indonesia akan menjadi salah satueksportir terbesar ke negara yang terletak di persimpangan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika itu, katanya.

Menurut Kementerian Perdagangan, total perdagangan kedua negara pada 2023 mencapai 217,6 juta dolar AS (Rp3,36 triliun), naik 1,09 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 215,3 juta dolar AS (Rp3,32 triliun).

IT-PTA yang telah mencapai tahap finalisasi dan siap ditandatangani kedua negara tersebut akan memacu kerja sama RI-Tunisia karenaketiadaan kesepakatan tersebut menjadi salah satu kendala signifikan dalam perdagangan bilateral selama ini, kata Dubes Zuhairi.

Seyogianya, kesepakatan tersebut diteken dalam momentum Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Bali awal September lalu, namun terpaksa ditunda akibat perubahan susunan kabinet di Tunisia, katanya.

"Penandatanganan mungkin dapat dilakukan nanti dalam Trade Expo Indonesia (TEI) di bulan Oktober atau menunggu momentum kunjungan menteri perdagangan," katanya.

Ia meyakini IT-PTA akan memperbesar peluang ekspor RI ke kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika melalui Tunisia sebagai titik perantaranya.

Dalam bagian lain penjelasannya, Zuhairi mengatakanpihaknya tengah menjajaki ekspor kopi dan kertas untuk melengkapi komoditas ekspor utama Indonesia ke Tunisia yang terdiri dari kelapa sawit, mebel, produk perikanan dan buah-buahan, serta suku cadang kendaraan.

Upaya meningkatkan ekspor ke Tunisia juga merupakan bentuk usaha pihaknya meningkatkan ekonomi dalam negeri sebagaimana yang ditargetkan Presiden Joko Widodo sejak menjabat pada 2014, kataZuhairi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.