Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag Sebut Zakat Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 17:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenag Sebut Zakat Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Doc: ANTARA/Kemenag RI
Ket. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur

JAKARTA - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI, Waryono Abdul Ghafur, mengungkapkan zakat merupakan salah satu instrumen yang dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Melalui keterangan di Jakarta, Selasa (10/9), Waryono mengungkapkan zakat berhasil mengentaskan 577.138 jiwa dari kemiskinan, dengan 321.757 jiwa di antaranya berasal dari zona miskin ekstrem pada 2023 yang lalu.

"Ini menunjukkan tren positif bahwa zakat dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi kemiskinan," kata dia.

Meski demikian, Waryono menyebutkan terdapat sejumlah tantangan jangka panjang yang masih harus dihadapi oleh para mustahik, di mana sebagian besar bantuan zakat saat ini masih bersifat konsumtif, di mana program bantuan lebih difokuskan pada kemanusiaan dan kesehatan.

Oleh karenanya, ia menekankan upaya lebih dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai pendorong ekonomi produktif. Salah satunya, yakni dengan kolaborasi lintas sektor antara Kemenag, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia.

Salah satu program unggulannya, ungkap Waryono, adalah Kampung Zakat, yang merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pemberdayaan ekonomi, dan mencakup berbagai sektor termasuk kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.

"Melalui program Kampung Zakat, kami mengedepankan prinsip gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengelola zakat. Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dikelola tidak hanya sekadar bantuan, tetapi benar-benar mengangkat taraf hidup masyarakat secara holistik," kata Waryono.

Waryono menyebut sejumlah praktik baik dari program ini dapat dilihat di Desa Sulung, Sambas, Kalimantan Barat, dan Desa Ciladaeun, Lebak, Banten, di mana masyarakat lokal didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas, seperti budidaya lele, kopi, dan produk olahan.

Selain itu, sambungnya, program lain yang juga berdampak besar adalah Kantor Urusan Agama Pemberdayaan Ekonomi Umat (KUA PEU), di mana Kemenag juga kembali berkolaborasi dengan BAZNAS dan LAZ untuk membantu pengusaha mikro dan ultra mikro melalui pendampingan, akses permodalan, serta pelatihan kewirausahaan.

"KUA PEU bukan hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Ini adalah wujud nyata bahwa zakat dan wakaf bisa mendukung pertumbuhan ekonomi umat secara menyeluruh," ujar dia.

Diketahui, pada tahun 2024 ini, terdapat 206 KUA di Indonesia yang terlibat dalam program ini, dengan fokus pada penguatan literasi zakat dan wakaf. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang untuk memberikan dampak yang lebih luas dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.