Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Mana Asal-usul Alfabet?

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Dari Mana Asal-usul  Alfabet? Doc: British Museum, London

Huruf alfabet yang dikenal saat ini memiliki sejarah yang panjang yang dimulai dari wilayah Sumeria, lalu ke Mesir, Kanaan, dan Yunani.

Dalam perjalanan perkembangan manusia, muncul kebutuhan khusus untuk menulis untuk melindungi pikiran, gagasan, dan tugas, dari berlalunya waktu, lalu untuk diingat dan disimpan untuk generasi mendatang.

Inilah sebabnya mengapa sejarah manusia paling awal ditandai oleh pencarian untuk menciptakan sistem penulisan yang ideal yang dapat digunakan untuk melindungi pengetahuan. Dengan demikian, perkembangan alfabet menandai salah satu kemajuan paling signifikan dalam sejarah manusia, yang membentuk cara masyarakat berkomunikasi, melestarikan pengetahuan, dan menyebarkan budaya.

Lalu bagaimana asal mula alfabet? Dan peradaban mana yang pertama kali menulis?

Sebelum ditemukannya tulisan, tradisi lisan berfungsi sebagai sarana utama untuk melestarikan sejarah dan pengetahuan. Namun, metode lisan pada dasarnya terbatas, karena mengandalkan ingatan dan rentan terhadap perubahan dan kehilangan seiring berjalannya waktu.

Munculnya sistem penulisan merevolusi dinamika ini hingga memungkinkan pencatatan dan penyebaran informasi yang akurat lintas generasi dan geografi. Alfabet merupakan tahap penting dalam evolusi sistem penulisan yang dicirikan oleh serangkaian huruf atau simbol yang mewakili fonem, unit bunyi terkecil dalam suatu bahasa.

Tidak seperti sistem logografik yang menggunakan simbol untuk mewakili kata atau morfem, alfabet menawarkan cara penulisan yang lebih efisien dan fleksibel, karena biasanya memerlukan lebih sedikit simbol untuk mewakili bunyi suatu bahasa.

Sebelum alfabet, peradaban kuno menggunakan sistem penulisan logografik dan suku kata. Sistem logografik seperti aksara paku Sumeria dan hieroglif Mesir, menggunakan simbol untuk mewakili kata atau konsep. Sistem ini rumit dan memerlukan sejumlah besar simbol, sehingga sulit dipelajari dan digunakan.

Aksara paku Sumeria, yang dikembangkan sekitar 3200 SM, terdiri dari tanda berbentuk baji yang dicetak pada lempengan tanah liat. Aksara ini terutama digunakan untuk tujuan administratif dan ekonomi, tetapi akhirnya berkembang hingga mencakup teks sastra dan agama.

Sejarah alfabet dimulai di Mesir kuno. Pada tahun 2700 SM, tulisan Mesir memiliki seperangkat sekitar 22 hieroglif untuk mewakili suku kata yang dimulai dengan satu konsonan bahasa mereka. Dalam konsonan ditambahkan vokal (atau tanpa vokal) yang harus diberikan oleh penutur asli.

"Glif (unsur simbol dalam suatu set simbol yang telah disetujui, dimaksudkan untuk mewakili karakter yang dapat dibaca untuk keperluan menulis) ini digunakan sebagai panduan pengucapan untuk logogram, untuk menulis infleksi tata bahasa dan kemudian untuk menyalin kata pinjaman dan nama asing," tulis pendiri dan CEO Ensiklopedia Sejarah Dunia, Jan Van Der Crabben.

Namun meskipun tampaknya bersifat alfabetis, uniliteral Mesir asli bukanlah suatu sistem dan tidak pernah digunakan sendiri untuk mengkodekan ucapan orang Mesir. Pada Zaman Perunggu Pertengahan misalnya, sistem yang tampaknya merupakan "abjad" yang dikenal sebagai aksara proto-Sinaitik.

Era tersebut dianggap oleh beberapa orang telah dikembangkan di Mesir tengah sekitar tahun 1700 SM untuk atau oleh pekerja Semit. Namun hanya satu dari tulisan-tulisan awal ini yang telah diuraikan dan sifat persisnya masih terbuka untuk ditafsirkan.

Berdasarkan penampilan huruf dan nama, diyakini bahwa hal itu didasarkan pada hieroglif Mesir. Aksara ini akhirnya berkembang menjadi alfabet proto-Kanaan yang kemudian disempurnakan menjadi alfabet Fenisia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Timnas Indonesia vs Oman: M...

Jonatan Christie Tembus Babak 8 Besar

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Tembus Bab...
Daerah
Pemprov Sulbar Bidik Stunti...

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.