Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Mana Asal-usul Alfabet?

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Aksara ini juga berkembang menjadi alfabet Arab selatan yang menjadi asal mula alfabet Ge'ez atau sejenis abugida, aksara segmental yang didasarkan pada konsonan dengan notasi vokal yang diwajibkan tetapi bersifat sekunder. Hal ini berbeda dengan alfabet yang vokalnya memiliki status sama dengan konsonan serta abjad yang penandaan vokalnya tidak ada atau opsional.

Alfabet Ge'ez tidak dianggap sebagai alfabet yang sebenarnya karena semuanya tidak memiliki karakter yang mewakili vokal. Alfabet awal tanpa vokal ini disebut abjad dan masih ada dalam aksara seperti Arab, Ibrani, dan Suryani.

Aksara Fenisia adalah aksara fonemik utama pertama. Berbeda dengan dua sistem penulisan lain yang banyak digunakan pada saat itu yaitu aksara paku dan hieroglif Mesir, aksara ini hanya berisi sekitar dua lusin huruf yang berbeda, sehingga menjadikannya aksara yang cukup sederhana untuk dipelajari oleh para pedagang biasa.

"Keuntungan lain dari aksara Fenisia adalah aksara ini dapat digunakan untuk menuliskan banyak bahasa yang berbeda karena aksara ini mencatat kata-kata secara fonemik," lanjut Van Der Crabben.

Sistem penulisan yang diadopsi dari bangsa Fenisia ditulis dan dibaca dari kanan ke kiri. Begitulah cara orang Yunani pertama kali menulis alfabet mereka. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mengembangkan sistem melingkari tulisan di sekeliling dan di belakang dirinya sendiri, seperti arah sepasang lembu yang diikatkan pada bajak.

Penyebaran dan Modifikasi

Kolonisasi Fenisia memungkinkan aksara ini menyebar ke seluruh Mediterania. Di Yunani, aksara ini dimodifikasi untuk menambahkan vokal, sehingga muncullah alfabet sejati pertama. Bangsa Yunani mengambil huruf-huruf yang tidak mewakili bunyi yang ada dalam bahasa Yunani dan mengubahnya untuk mewakili vokal.

Hal ini menandai terciptanya alfabet sejati dengan vokal dan konsonan sebagai simbol eksplisit dalam satu aksara. Pada tahun-tahun awalnya, terdapat banyak varian alfabet Yunani, suatu situasi yang menyebabkan banyak alfabet berbeda berevolusi darinya.

Bentuk dari alfabet Yunani dibawa oleh penjajah Yunani dari Euboea ke Semenanjung Italia, tempat alfabet ini memunculkan berbagai alfabet yang digunakan untuk menulis bahasa Italik. Salah satunya menjadi alfabet Latin yang menyebar ke seluruh Eropa saat bangsa Romawi memperluas kekaisaran mereka.

Bahkan setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, alfabet ini tetap ada dalam karya-karya intelektual dan keagamaan. Alfabet ini akhirnya digunakan untuk bahasa-bahasa turunan Latin (bahasa-bahasa Roman) dan kemudian untuk bahasa-bahasa lain di Eropa. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Waduh, Ayam Jantan Malu Berkokok, Keok dari Pantai Gading

11 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Waduh, Ayam Jantan Malu Ber...
Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

17 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies

Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako

25 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
Daerah
Semarak Piala Dunia dengan ...
Daerah
Bursa Kerja di Ciamis Buka ...
Ekonomi
Percepatan Program Irigasi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.