Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

AI Berguna untuk Mengejar Ketertinggalan dengan Negara Lain

31 Senin, 09 Sep 2024, 19:54 WIB | Oleh:
AI Berguna untuk Mengejar Ketertinggalan dengan Negara Lain AI Berguna untuk Mengejar Ketertinggalan dengan Negara Lain Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
Ket. Suasana diskusi yang membahas peran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) dalam berbagai bidang dalam Selular Business Forum (SBF) berjudul AI: Sekadar Tren Atau Sudah Menjadi Kebutuhan? di Jakarta pada hari Senin (9/9). (Haryo Brono/Koran Jakarta)

JAKARTA - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) saat ini sudah tidak asing dalam duniateknologi telekomunikasi dan informasi (TIK). Banyak perusahaan telah memanfaatkan AI untuk mendorong produktivitas sekaligus efisiensi.

Salah satu yang populer dari AI adalah AI generatif yaitu jenis AI yang dapat membantu dalam membuat konten. Dengan teknologi ini pengguna menjadi lebih kreatif, produktif, dan berpengetahuan luas. Teknologi ini diyakini akan mendorong transformasi pada berbagai industri global.

"AI sendiri, sejatinya AI bukan barang baru. Operator telekomunikasi misalnya telah menerapkan AI dalam praktik bisnis sejak lama. AI tradisional tersebut, seperti advanced analytics, traditional machine learning, dan deep learning," ujar Chief Editor Selular, Uday Rayana yang bertindak selaku moderator dalam diskusi Selular Business Forum (SBF) berjudul AI: Sekadar Tren Atau Sudah Menjadi Kebutuhan? di Jakarta pada hari Senin (9/9).

Namun kini tantangan penerapan AI adalah bagaimana agar tidak terjebak dalam teknologi semata. Pasalnya, banyak pelaku industri yang memaksakan penerapan AI karena ikut-ikutan, tanpa melihat prospek bisnis dan ditopang oleh SDM yang mumpuni.

Dalam diskusi tersebut SBF mengundang sejumlah narasumber yang berkompeten, seperti Deputy EVP Digital Technology and Platform Business, Telkom Indonesia, Ari Kurniawan; Vice President IT Development Bank DKI, Hafid Hudanul Eka Ebpa; CEO Glair, William Lim; Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kominfo RI, R Wijaya Kusumawardhana.

Deputy EVP Digital Technology and Platform Business, Telkom Indonesia, Ari Kurniawan mengungkapkan tren kapitalisasi pasar global generatif AI ini menarik tingkat modal yang signifikan di semua segmen dari 44 dollar juta dollar AS pada tahun 2020 menjadi 16.300 juta dollar AS pada tahun 2023. Hal tersebut membuat AI kini sudah menjadi kebutuhan bagi banyak industri di dunia termasuk Indonesia.

Namun di Indonesia sendiri, penerapan AI masih tertinggal bahkan jika dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara atau ASEAN. Indonesia berada di posisi keempat dengan overall index 61,03, di bawah Singapura (81,97), Malaysia (68,71) dan Thailand (63,03). Untuk mengejar ketertinggalan itu, Ari Kurniawan menyebut harus ada strategi nasional untuk penerapan AI di Indonesia.

"Tentu strategi ini harus ada sasarannya seperti berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan. Menumbuhkan ekosistem digital untuk kecerdasan buatan, menciptakan lingkungan kebijakan yang memungkinkan kecerdasan buatan, membangun kapasitas sumber daya manusia dan mempersiapkan diri menghadapi pasar tenaga kerja, transformasi hingga kerjasama internasional untuk kecerdasan buatan yang dapat dipercaya," ujar Ari.

Selain itu ada, Ari menambahkan ada sasaran kunci di berbagai yang juga bisa menjadi strategi AI nasional seperti layanan kesehatan untuk peningkatan penyampaian melalui solusi. Reformasi birokrasi dapat digunakan untuk menyederhanakan operasional pemerintah.

Selanjutnya pada sektor pendidikan dan penelitian berguna dalam menciptakan inovasi dan tenaga kerja terampil. Ketahanan pangan dapat meningkatkan hasil, mengoptimalkan rantai pasokan. AI juga dapat digunakan hingga untuk mobilitas dan kota pintar sehingga perkotaan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Perlu Regulasi

Ari juga menambahkan tidak hanya hanya sekadar sasaran strategi yang harus diperhatikan, tetapi juga harus ada aturan atau regulasi yang mengatur penggunaan AI di negara ini. "Jadi harus ada aturan terkait investasi, kompetisi hingga keberlangsungan bisnis AI. Aturan ini juga untuk mengukur dampak positif dan menghindari dampak negatif dari pemanfaatan AI," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kominfo RI, Wijaya Kusumawardhana yang mengatakan jika AI adalah alat bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain. "Apalagi negara kita ini memiliki generasi muda yang luar biasa banyak yakni 105 juta warga muda," kata Wijaya.

Untuk sektor ekonomi, Wijaya mengatakan kontribusi AI pada pendapatan domestik bruto pada tahun 2030 nanti secara global 13 triliun dolar AS, di ASEAN 1 triliun dollar AS, dan Indonesia sendiri 366 miliar dollar AS. Hal tersebut yang wajib dimanfaatkan para pelaku usaha tidak hanya di bidang teknologi tetapi juga industri lainnya.

Terkait aturan untuk pemanfaatan AI ini, Wijaya menjelaskan Kementerian Kominfo telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Kominfo. "Sudah ada Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai panduan pengembangan AI yang merupakan turunan dari UU ITE dan UU PDP," sambungnya.

Penerapan di Bank

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.