Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Petunjuk Baru The Fed

📅 Senin, 26 Agu 2024, 09:32 WIB | Oleh:
Menanti Petunjuk Baru The Fed Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak datar dalam perdagangan awal pekan ini. Investor masih terus menanti petunjuk baru dari bank sentral Amerika Serikat (AS) terkait prospek kebijakan suku bunga acuan The Fed (FFR).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat IHSG bakal dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah. Selain itu, IHSG juga bakal dipengaruhi sikap investor menantikan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell dalam symposium ekonomi di Jackson Hole.

Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (26/8), bergerak cenderung sideways dengan support di 7.511 dan resist di 7.574.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/8) sore, ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 55,61 poin atau 0,74 persen ke posisi 7.544,29, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,85 poin atau 0,95 persen ke posisi 943,21.

"Bursa regional Asia cenderung bergerak melemah seiring dengan sikap para pelaku pasar yang cenderung 'wait and see' dalam berinvestasi pada pasar keuangan saham. Hal ini menyusul kenaikan imbal hasil treasury Amerika Serikat (AS), yang mana US 10 year treasury yield naik 5 basis poin. Pasar menilai kenaikan tersebut seiring meredanya kekhawatiran resesi di AS," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Di sisi lain, pasar juga dengan hati-hati menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium Jackson Hole pada hari ini, yang mana pasar cenderung menantikan arah kebijakan The Fed untuk mengukur waktu dan besarnya penurunan, serta berapa kali pemangkasan suku bunga AS menjelang akhir tahun ini.

Dari dalam negeri, IHSG menguat seiring meredanya situasi dan kondisi politik terkait pernyataan Wakil Ketua DPR yang mengumumkan bahwa DPR membatalkan Revisi UU Pilkada, sehingga Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya tetap berlaku.

Dengan iklim demokrasi dan pengelolaan pemerintah yang sehat, hal ini akan memberikan dampak positif untuk pembangunan ekonomi dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.