Chandrayaan-3 Buktikan Bulan Awalnya Berupa Samudra Magma
📅 Senin, 26 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoAnortosit adalah batuan yang terdiri dari satu mineral. Dalam kasus anortosit Bulan, material itu adalah mineral silika ringan yang diperkirakan telah mengapung ke atas lautan magma global yang ada saat Bulan terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
Anortosit feroan, seperti yang ditemukan di Point Shiv Shakti, juga mengandung persentase besi, sehingga sebutan feroan untuk mineral fero di dalamnya. Jenis mineral batuan yang lebih padat seperti olivin yang kaya akan magnesium dan besi serta piroksen, ditemukan dalam batuan beku yang terbentuk oleh pendinginan magma.
Batuan dan mineral yang tenggelam di lautan magma yang menutupi seluruh global ini dan membentuk mantel Bulan. Sedangkan anortosit yang lebih ringan di permukaan berada di permukaannya. Anortosit adalah batuan beku faneritik yang intrusif dan dicirikan dengan dominansi plagioklas felspar (90-100 persen) dan komponen mafik sedikit (0-10 persen).
Kehadiran anortosit yang seragam di Point Shiv Shakti merupakan temuan kunci yang menarik karena komposisinya sangat mirip dengan persentase silikon, aluminium, kalsium, besi, dan magnesium dalam anortosit yang ditemukan di lokasi Apollo 16 dan Luna 20. Masing-masing sampel diambil di 1.800 dan 2.250 kilometer ke utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Titik data yang jauh ini memperluas jangkauan endapan anorosit yang terbukti secara kuat menyiratkan bahwa peristiwa yang sama terjadi di semua lokasi. Rangkaian bukti ini semakin memperkuat teori bahwa mineral ringan tersebut merupakan lapisan atas yang dipadatkan dari lautan magma yang dulunya mendunia.
Namun, tidak semua material di Point Shiv Shakti berasal dari lapisan atas yang padat ini. Data APXS juga menunjukkan peningkatan keberadaan magnesium dan kalsium, yang menyiratkan bahwa material dari mantel Bulan yang lebih dalam telah tercampur.
Pencampuran ini kemungkinan besar merupakan hasil dari hantaman meteorit ke wilayah tersebut. Wilayah tersebut terletak hanya 350 kilometer dari tepi sisi terjauh Cekungan Kutub Selatan-Aitkin, cekungan tumbukan terbesar yang diketahui di tata surya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut model, lapisan ejekta Cekungan Kutub Selatan-Aitkin yang dihasilkan memiliki kedalaman antara 1,1 dan 2,1 kilometer di lokasi pendaratan Vikram. Tumbukan yang menciptakan kawah Manzinus dan Boguslawsky di dekatnya semakin mengaduk lapisan ejekta, dan lokasi pendaratan Vikram juga terletak di atas serpihan puing purba yang terciprat dari kawah Schomberger 200 kilometer di selatan.
Deteksi mineral dari dalam kerak Bulan menunjukkan bahwa material dari mantel yang digali oleh tumbukan cekungan besar 4 miliar tahun lalu dapat tersebar di mana saja di seluruh permukaan Bulan. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya bagi penjelajah bulan di masa depan untuk menyertakan ahli geologi terlatih yang dapat mengenali berbagai jenis batuan di permukaan Bulan. Memahami Bulan dan bagaimana ia terbentuk juga membantu kita lebih memahami sejarah tata surya kita. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!