Banjir Bandang di Ternate Tewaskan Belasan Warga
📅 Senin, 26 Agu 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antara
Banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua, Ternate telah menewaskan belasan warga. Proses pencarian korban hilang masih akan dilakukan pada Senin ini. Data sementara sebanyak 14 orang meninggal.
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penanganan cepat dampak bencana banjir bandang yang menewaskan sebanyak 14 warga Kelurahan Rua, Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/8).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa setelah menerjunkan tim petugas gabungan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendistribusian kebutuhan yang mendesak ke lokasi bencana hari ini.
"Dalam laporan yang diterima BNPB kebutuhan tersebut beberapa di antaranya meliputi tenda pengungsian, menara penerangan, selimut, matras, terpal, kasur lipat, dan sembako," jelasnya di Jakarta, Minggu (25/8).
Jumlah bantuan yang akan didistribusikan tersebut, kata dia, per unitnya akan disesuaikan dengan jumlah korban secara keseluruhan yang saat ini masih dalam pendataan oleh tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memastikan, saat ini tim di lapangan sedang melakukan proses identifikasi terhadap 14 orang korban meninggal dunia untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Begitupun terhadap dua orang korban yang mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan material banjir bandang juga dipastikan sudah mendapat penanganan medis.
Jumlah korban meninggal dan luka-luka tersebut bertambah dari sebelumnya pada Minggu pagi ditemukan sebanyak tujuh orang. Pihaknya menilai jumlah korban dapat kembali berkembang seiring proses pencarian korban masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan Palang Merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara untuk upaya pemulihan lingkungan seperti pembersihan sisa material banjir dan dampak kerusakan akan segera dilakukan setelah kondisi kondusif dan warga setempat dipastikan aman oleh tim petugas gabungan.
Pusdalops BNPB mendata setidaknya ada sebanyak 10 unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat diterjang banjir bandang yang membawa material lumpur tanah, pasir, dan batu dari Gunung Gamalama pada Minggu pukul 03.30 WIT itu.
Banjir bandang tersebut membawa material lumpur, batu hingga kayu dengan ukuran besar yang menerjang pemukiman warga.
Dihentikan Sementara
Tim SAR Gabungan bersama masyarakat menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi korban bencana banjir bandang di Kelurahan Rua Kota Ternate, pada pukul 18.00 WIT dan akan dilanjutkan Senin (26/8) pagi.
Ketua Posko Tanggap Darurat Pemkot Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, pihaknya akan terus meng-update data korban dan perkembangan dalam penanganan banjir di Ternate dan berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, sebagian korban jiwa belum ditemukan, sehingga bakal melanjutkan pencarian besok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!