Perintah Mengungsi untuk Warga di Daerah Rawan Bencana
📅 Senin, 03 Nov 2025, 23:35 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memerintahkan warga yang bermukim di daerah rawan bencana untuk mengungsi karena kawasan sekitar lokasi longsor masih berpotensi terjadi bencana susulan.
Perintah tersebut ia sampaikan saat mengunjungi keluarga korban tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Senin.
Bersama perwakilan Kementerian Sosial dan BPBD Provinsi Jawa Timur, kunjungan diawali dengan ziarah ke makam empat korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi Sabtu (1/11) malam.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menyalurkan bantuan dan memastikan langkah mitigasi bencana dilakukan secara cepat.
Menurutnya, kawasan sekitar lokasi longsor masih berpotensi terjadi bencana susulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari hasil tinjauan lapangan, terlihat sejumlah keretakan tanah di area mahkota longsor dan pergerakan tanah yang kembali terjadi saat hujan deras.
"Yang paling penting sekarang adalah memberikan pemahaman kepada warga bahwa mereka tinggal di zona rawan. Jika curah hujan tinggi, segera mengungsi ke tempat aman," ujar Mas Ipin.
Untuk sementara, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyiapkan SDN Satu Atap Depok sebagai lokasi pengungsian warga ketika hujan deras turun, lengkap dengan fasilitas tidur, konsumsi, dan air bersih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam jangka panjang, pemkab juga menyiapkan lahan untuk relokasi permanen bagi warga terdampak.
Mas Ipin mengungkapkan, langkah penanganan bencana di Desa Depok akan melibatkan dukungan dari Pemprov Jatim dan Kementerian Sosial.
"Kami akan sinergikan pendanaan antara Kemensos, Pemprov, dan Pemkab untuk relokasi jangka panjang. Termasuk 95 rumah di kawasan Depok yang juga perlu direlokasi total," katanya.
Ia juga menginstruksikan BPBD Trenggalek untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah desa rawan bencana, serta mengaktifkan koordinasi dengan organisasi radio komunikasi RAPI dan ORARI agar komunikasi tetap berjalan meski listrik dan jaringan seluler terputus.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, yang turut mendampingi Bupati, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah cepat pemkab.
Ia menyebutkan masih ada ruang fiskal sekitar Rp3 miliar untuk penanganan bencana hingga akhir tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!