Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Barat Dukung Pembatasan Media Sosial bagi Anak 

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pasaman Barat Dukung Pembatasan Media Sosial bagi Anak  Doc: ANTARA
Ket. Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pasaman Barat. Pemkab setempat mendukung penuh kebijakan pembatasan akses game online dan media sosial bagi anak di bawah umur karena pelecehan seksual di daerah itu selama 2025 dipengaruhi oleh ruang digital.

SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sangat mendukung kebijakan pembatasan akses game online dan media sosial bagi anak-anak di bawah umur karena pelecehan seksual di daerah itu selama 2025 dipengaruhi oleh ruang digital.

"Dengan adanya Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) akan memperkuat perlindungan kepada anak," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat Armen di Simpang Empat, Sabtu (28/3).

Menurutnya hampir 80 persen dari 112 kasus pelecehan terhadap adan di tahun 2025 itu dipengaruhi oleh ruang digital atau media sosial.

Meskipun sudah ada aturan tu, dia berharap pentingnya kerja sama berbagai pihak termasuk orang tua, pendidik, dan platform digital serta pihak terkait lainnya.

"Orang tua diharapkan aktif mendampingi anak ketika menggunakan internet. Di sisi lain, sekolah juga perlu mengembangkan metode pembelajaran yang tidak sepenuhnya bergantung pada media sosial," sebutnya.

Dia mengatakan dari kasus yang merupakan tangani maupun oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasaman Barat pada umumnya kekerasan terhadap anak berasal dari dari media sosial.

"Tentu adanya aturan baru ini akan membatasi anak bermain game online dan bermedia sosial," katanya.

Kemudian pembatasan itu tentunya diikuti dengan metode pembelajaran di sekolah yang juga membatasi ruang digital.

"Mudah-mudahan dengan adanya pembatasan ini aman bisa menekan angka kekerasan terhadap anak di Pasaman Barat nantinya," ujarnya.

Pihaknya juga terus meningkatkan sosialisasi ke sekolah terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Dalam Peraturan Menteri Komdigi nomor 9 tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari PP Tunas, dijelaskan bahwa beberapa sanksi yang berlaku untuk platform yang tidak mematuhi aturan di antaranya sanksi administratif berupa pemberian surat teguran, penghentian akses sementara, hingga pemutusan akses.

Aturan ini efektif mulai 28 Maret 2026, membatasi anak dari platform-platform digital berisiko tinggi terutama untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital, yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.