Serunya Menaklukkan Jeram di Sungai Maiting
📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSebelum memulai kegiatan arung jeram, peserta perlu mengenakan baju pelampung, dan mengikuti pengarahan seperti belajar mendayung, mendengarkan dan mempraktekkan instruksi sederhana. Mereka juga perlu mengenal rekan perjalanan jika bukan serombongan untuk menjaga kekompakan selama perjalanan.
Demi menjaga keselamatan, setiap perahu hanya boleh diisi oleh maksimal 5 orang peserta. Agar perahu karet imbang untuk menjaga dari kemungkinan terbalik, dilakukan pembagian posisi agar berat beban tersebar secara merata pada kanan-kiri perahu dan juga bagian depan maupun bagian belakang.
Tebing dan Air Terjun
Di sepanjang alur Sungai Maiting, terlihat pemandangan alam yang masih sangat alami. Sungai ini mengalir di antara perbukitan batu di kanan dan kirinya. Di bebatuan itu ditumbuhi terdapat tanah yang mendukung bagi tumbuhnya tanaman sehingga tebing-tebingnya terlihat hijau. Vegetasinya adalah pohon cemara dan yang lainnya adalah tanaman semak-semak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak dijumpai tebing batu dengan kemiringan curam di sisi kiri maupun kanan sungai. Juga terdapat beberapa air terjun, baik yang berukuran besar maupun kecil sepanjang rute arung jeram yang menambah kaya pemandangan alamnya.
Tebing batu di kanan-kiri sungai yang berdiri hampir tegak membuat seolah terjepit di antara bebatuan. Di tengah-tengah sungai banyak batu besar yang menghalangi perahu karet yang digunakan rafting. Sesekali biasanya akan menabrak batuan ini.
Yang sangat menarik di sepanjang rute akan dijumpai air terjun yang airnya jatuh ke dalam sungai. Air terjun besar yang dilewati di jalur sungai ini diantaranya air terjun Paddaka, air terjun Piongan, dan air terjun Bambalu, yang terletak di Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Air terjun ini bukan hanya di satu sisi saja namun jika di kanan dan kiri. Airnya jatuh menimpa batu menciptakan suasana basah di di bawahnya. Jika sedang musim hujan airnya cukup deras yang menambah dramatis pemandangan.
Dalam pengarungan selama 3 jam, peserta rafting diajak untuk beristirahat di sebuah tepian yang mirip bibir pantai. Pasir di Sungai Maiting ini sangat berkilau saat sinar matahari menerpa. Pantulan cahayanya begitu indah. Kalau perhatikan lebih dekat, butiran pasirnya seperti berwarna perak dan emas.
Selain itu biasanya operator arung jeram akan mengajak peserta untuk singgah di salah satu air terjun, salah satunya yang menjadi andalan adalah Air Terjun Piongan. Curug ini sangat tinggi kira-kira mencapai 50 meter dari permukaan sungai.
Meski tinggi, air terjun Piongan bertingkat-tingkat sehingga airnya yang jatuh ke badan tidak begitu kencang menghantam. Pelancong pun bisa menikmati keindahan dan beningnya air terjun dengan melakukan aktivitas membasahi badan lainnya untuk menyegarkan badan setelah sekian lama mendayung perahu karet.
Pemandangan alam lain selama mengarungi rute rafting adalah ditemukannya berbagai fauna menarik. Beberapa satwa berupa burung seperti elang dan belibis yang terbang bebas di sepanjang sungai untuk mencari makan dari ikan yang hidup di dalam air.
Untuk menikmati keseruan arung jeram di Sungai Maiting, wisatawan perlu merogoh kocek antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Harga ini termasuk transportasi menuju lokasi arung jeram, minuman, kudapan, dan makan siang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!