Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno: Tiongkok Kerap Sebut 'Spirit Bandung' Konferensi Asia Afrika

📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 01:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno: Tiongkok Kerap Sebut 'Spirit Bandung' Konferensi Asia Afrika Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam kerangka Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-5 di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing, Tiongkok pada Jumat (23/8/2024).

Beijing - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa pemerintah Tiongkok kerap membicarakan "Spirit Bandung" yang berasal dari Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk menanamkan benih kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika.

"Di dalam setiap pembicaraan, sering kata-kata 'Spirit Bandung' itu disebut oleh Presiden Xi Jinping dan juga oleh Menteri Luar Negeri Wang Yi," kata Menlu Retno Marsudi kepada ANTARA di Beijing, Tiongkok pada Jumat.

Retnosebelumnya pada Jumat bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperationatau JCBC) ke-5 di Wisma Negara Diaoyutaidi Beijing.

"Tahun depan kita juga akan memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika dan Menlu Wang Yi tadi mengatakan bahwa 'Spirit Bandung' ini sampai sekarang masih sangat relevan dan masih sangat penting," ungkap Retno.

Ia pun mengapresiasi penyebutan "Bandung Conference" dalam berbagai kesempatan oleh para pemimpin Tiongkok.

"Karena betul-betul kalau kita lihat satu per satu dariBandung Conferenceisinya memang sangat relevan sampai saat ini," tambah Retno.

Konferensi Asia-Afrika (KAA) diselenggarakan pada 18 - 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, dengan tujuan untuk mendorong kerja sama Asia-Afrika serta melawan kolonialisme dari negara-negara imperialis.

Retno juga menyebut JCBC ke-5 dengan Menlu Wang adalah pertemuan JCBC terakhir baginya.

"Tadi kami berusaha merangkum kemajuan-kemajuan hubungan dalam 10 tahun terakhir, juga ... komitmen yang kuat dalam saling membantu negara-negara berkembang, atau sering disebut sebagai 'Global-South," jelas Retno.

Salah satu komitmen itu adalah dalam bentuk kerja sama tiga pihak, yaitu antara Tiongkok, Indonesia, dan negara-negara lain.

"Kalau kita tandem seperti itu dampaknya akan lebih besar, apalagi Indonesia dan Tiongkok adalah dua negara berkembang yang besar, maka kami sepakat bahwa harus memperkuat kerja sama dengan negara berkembang lain," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.