Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Mpox Menyebar Lebih Cepat?

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan risiko yang ditimbulkan terhadap AS oleh jenis Mpox yang beredar di Kongo rendah. Orang-orang yang telah divaksinasi lengkap, atau pernah menderita Mpox sebelumnya, harus dilindungi terhadap virus klade I. CDC pun menyatakan belum ada kasus virus klade I yang dilaporkan di AS.

Namun, dari mana tepatnya lonjakan wabah sejak 2022 bermula, masih menjadi misteri. Analisis genetik telah mengungkapkan bahwa varian virus yang menyebabkan wabah tersebut berasal dari cabang pohon evolusi Mpox yang awalnya muncul di Afrika Barat, tetapi tidak ditemukan kaitan yang jelas dengan negara manapun tempat virus tersebut endemik.

Namun kini ada kecurigaan di antara para ahli kesehatan bahwa virus tersebut mungkin telah beredar tanpa terdeteksi pada populasi manusia di sejumlah negara di luar Afrika selama beberapa bulan, bahkan lebih lama. Beberapa analisis genetik meskipun masih awal dan belum ditinjau sejawat telah mengindikasikan bahwa virus Mpox Afrika Barat (klade II) mungkin telah memiliki kemampuan untuk menyebar dari manusia ke manusia sedini mungkin pada awal 2017.

Cara Penyebaran

Tidak seperti virus penyebab Covid-19, yang utamanya menyebar melalui droplet kecil yang dikeluarkan saat bernapas dan sangat menular, Mpox tidak mudah menular. Sebaliknya, penularannya bergantung pada kontak fisik yang dekat biasanya dalam waktu lama dari orang ke orang atau hewan ke orang.

"Bisa jadi melalui kontak dengan seseorang yang memiliki ruam menular seperti lesi, koreng, dan cairan tubuh," kata Madeline Barron, dari American Society for Microbiology (ASM). "Anda juga bisa tertular dengan menyentuh barang-barang yang mungkin telah disentuh oleh orang yang terinfeksi," imbuh dia.

"Orang mungkin merasakan gejala seperti flu pada awalnya, dengan demam, sakit kepala, dan sebagainya, tetapi seiring perkembangan penyakit, Anda akan mengalami ruam multi-tahap, lesi dapat berkembang di mulut, kaki, dan daerah genital Anda dan ini berkembang menjadi lepuh berisi nanah," imbuh dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.