Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Peringatkan Situasi Libya yang Memburuk dengan Cepat

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
PBB Peringatkan Situasi Libya yang Memburuk dengan Cepat Doc: AFP/ABDULLAH DOMA
Ket. Diplomat AS dan utusan khusus Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya, Stephanie Khoury bertemu dengan pemerintah setempat di Benghazi, beberapa waktu lalu.

HAMILTON - Wakil Kepala Misi Dukungan PBB di Libya atau United Nations Support Mission in Libya (UNSMIL), Stephanie Koury, pada hari Selasa (20/8), mengeluarkan peringatan tentang situasi ketegangan yang memburuk dengan cepat di Libya dalam dua bulan terakhir, terutama akibat tindakan "sepihak".

Koury, yang saat ini menjabat sebagai utusan sementara PBB untuk Libya setelah pengunduran diri Abdoulaye Bathily pada April, memberikan penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Libya. "Selama dua bulan terakhir, situasi di Libya memburuk dengan cukup cepat dalam hal stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan," kata Koury kepada anggota Dewan Keamanan PBB.

"Tindakan sepihak oleh aktor politik, militer, dan keamanan Libya telah meningkatkan ketegangan, semakin memperkuat perpecahan institusional dan politik, serta mempersulit upaya untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan," tambah Koury.

Seperti dikutip dari Antara, Koury memuji upaya rakyat Libya untuk melangkah maju dan mengatakan bahwa ada keterlibatan yang kembali aktif dari partai politik, serikat pekerja, masyarakat sipil, tokoh independen, dan lainnya untuk berkoordinasi dan proaktif mengajukan ide-ide konstruktif dalam membentuk proses politik.

Membangun Kepercayaan

Koury mencatat upaya UNSMIL untuk membantu mengembangkan langkah-langkah membangun kepercayaan guna mencegah tindakan sepihak dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk melanjutkan proses politik.

Menekankan kekecewaan rakyat Libya terhadap status quo dan ketakutan akan perang serta bentrokan, Koury mengatakan para pemuda tidak melihat masa depan, kecuali mencoba untuk meninggalkan negara ini. "Ini tidak dapat diterima," tegasnya.

Duta Besar Libya untuk PBB, Taher Al-Sunni, mengkritik Dewan Keamanan PBB atas kurangnya solusi praktis dan bertanya siapa di antara yang ada di negara ini bertanggung jawab melindungi perdamaian dan keamanan internasional.

Menekankan perlunya pemilihan umum yang bebas, transparan, dan inklusif, serta pembentukan peta jalan untuk proses politik, Al-Sunni mengatakan, "Komunitas internasional tidak pernah mengizinkan rakyat Libya untuk memegang kendali proses yang sebenarnya akan menentukan nasib mereka."

Dia menegaskan tekad Libya untuk membersihkan dirinya dari campur tangan asing, dengan mengatakan, "Rakyat Libya ingin menjadi tuan atas nasib mereka sendiri, dan mereka menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan Libya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.