Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Ingatkan Somalia Masih Jadi Salah Satu Krisis Kemanusiaan Serius di Dunia

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 00:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Ingatkan Somalia Masih Jadi Salah Satu Krisis Kemanusiaan Serius di Dunia Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Arsip - Tiga pengungsi warga negara asing (WNA) berbincang di depan Kantor UNCHR, kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (1/7/2024). Pengungsi yang sebagian berasal dari Somalia, Sudan, Irak, Iran, Rohingya dan Afghanistan yang menunggu keputusan status pengungsi atau refugee tersebut mendirikan tenda di depan Kantor United Nations High Commissioner For Refugees (UNCHR) yang dapat mengganggu estetika Kota Jakarta.

Mogadishu - Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) mengatakan Somalia masih menjadi salah satu krisis kemanusiaan paling serius di dunia dengan jutaan orang mengalami penderitaan yang tak terbayangkan

Pernyataan OCHA yang bertepatan dengan Hari Kemanusiaan Sedunia pada Senin, mencatat bahwa penderitaan tersebut disebabkan oleh guncangan iklim yang berulang dan semakin parah, konflik yang berlarut-larut, wabah penyakit, serta guncangan ekonomi di negara Tanduk Afrika tersebut.

"Tema Hari Kemanusiaan Sedunia tahun ini, #ActForHumanity, mendesak dunia untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam melindungi warga sipil dan kemanusiaan, terutama di zona konflik," kata koordinator Tetap PBB dan Koordinator Kemanusiaan untuk Somalia, George Conway, dalam sebuah pernyataan pada Senin.

OCHA mencatat bahwa setidaknya terdapat 124 insiden yang memengaruhi akses kemanusiaan, termasuk 12 pekerja bantuan yang terluka dalam proses pengiriman bantuan dan 13 insiden penyerangan fisik, pelecehan, serta intimidasi yang tercatat di Somalia pada 2024.

Pada 2023, secara global, sebanyak 280 pekerja bantuan tewas di 33 negara, termasuk empat di Somalia, menjadikan 2023 sebagai tahun paling mematikan yang pernah tercatat bagi komunitas kemanusiaan global sejauh ini.

Meskipun terdapat perbaikan, diperkirakan 4 juta orang menghadapi kerawanan pangan dan 1,7 juta anak menghadapi kekurangan gizi akut di Somalia, termasuk 430.000 orang yang kemungkinan akan mengalami kekurangan gizi yang sangat parah pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.