Jepang Dilanda Cuaca Panas Lampaui 35 Derajat Celcius
📅 Selasa, 20 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: AFP/RICHARD A. BROOKS
TOKYO - Suhu di seluruh Jepang meningkat melampaui 35 derajat Celsius pada Minggu (18/8). Pihak berwenang mengeluarkan peringatan ketat terkait risiko sengatan panas (heatstroke) dan mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan.
Langit yang cerah dari Kyushu hingga Tohoku menyebabkan suhu meningkat dengan cepat, dengan beberapa daerah diperkirakan akan mengalami suhu tertinggi yang melebihi suhu tubuh normal di siang hari.
Seperti dikutip dari Antara, suhu tertinggi yang tercatat mencapai 36,6 derajat Celsius di Prefektur Wakayama, Jepang barat daya. Kota-kota seperti Kumamoto dan Nagoya juga mengalami cuaca panas yang ekstrem, dengan suhu mencapai 36,4 derajat Celsius, menurut prakiraan cuaca setempat.
Suhu di Nagoya diperkirakan mencapai puncaknya hingga 38 derajat Celsius, sementara di Tokyo suhu diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius.
Peringatan Sengatan Panas
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian besar wilayah Jepang, dari Okinawa hingga daerah Kanto-Koshin, masih berada di bawah peringatan sengatan panas pada Minggu. Warga disarankan untuk menghindari aktivitas luar ruangan di lingkungan yang tidak memiliki penyejuk udara, tetap terhidrasi, dan mengenakan pakaian yang ringan.
Sebelumnya diberitakan musim panas di Jepang tahun ini begitu membara dengan suhu yang mencapai di atas 35 derajat Celcius di seluruh wilayah Jepang di mana kondisi tersebut juga dirasakan oleh warga negara Indonesia (WNI).
Salah satu WNI, Mohamad Yusup mengatakan musim panas tahun ini begitu luar biasa padahal belum sampai puncak yang biasanya jatuh pada Agustus.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Musim panas tahun ini yang saya rasakan luar biasa ya padahal ini baru di awal bulan Juli. Dalam sepekan ini panasnya begitu menyengat dan begitu terasa di kulit dan kepala. Ini musim panas yang luar biasa ditambah lagi kalau siang hari itu anginnya sedikit," kata WNI yang tinggal di Tokyo itu.
Yusup yang sudah bermukim di Jepang selama 16 tahun itu pernah melewati berbagai musim panas bahkan pada saat Ramadhan. Namun, dia mengaku, musim panas tahun ini ia pun waspada agar tidak terkena dehidrasi atau sengatan panas (heat stroke) sebab tahun lalu keluarganya sempat dilarikan ke rumah sakit.
"Tahun lalu, istri saya kepalanya pusing, mual-mual dan lemas. Akhirnya, setelah dibawa ke rumah sakit, harus diinfus seharian. Juga anak-anak saya pernah mengalami gejala-gejala semacam dehidrasi, seperti mual, kepala pusing, badan lemas, dan sebagainya," katanya.
Yusuf yang bekerja sebagai perawat rumah sakit pun menyebutkan angka pasien yang terkena sengatan panas meningkat, tidak hanya dialami oleh kelompok lansia dan anak-anak tetapi juga orang dewasa usia 30-an.
"Angka kejadian sengatan panas pasien yang masuk UGD itu banyak sekali. Biasanya ditandai dengan tekanan nadinya meningkat. Itu tanda awal dehidrasi," ujarnya.
Kondisi yang sama juga dialami Vidya Gatari, WNI yang tinggal di Prefektur Chiba, yang mengaku musim panas di Jepang tahun ini sangat hebat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!