Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir di Nepal Hancurkan Sebuah Desa Himalaya

📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir di Nepal Hancurkan Sebuah Desa Himalaya Doc: Myrepublica
Ket. Banjir berwarna coklat dan berlumpur yang melanda desa Thame sangat mengejutkan, sebagaimana ditunjukkan dalam video yang diunggah di media sosial oleh pihak berwenang setempat.

KATHMANDU - Banjir dahsyat dengan air es menerjang sebuah desa di wilayah Everest, Nepal pada hari Jumat (16/8), kata pejabat pemerintah setempat dan militer. Para ahli menduga banjir akibat danau glasial meluap.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi banjir berwarna coklat dan berlumpur yang melanda desaThame sangat mengejutkan, sebagaimana ditunjukkan dalam video yang diunggah di media sosial oleh pihak berwenang setempat.

Thame, sebuahdesa Sherpa di ketinggian sekitar 3.800 meter, merupakan rumah bagi Tenzing Norgay Sherpa, orang pertama yang mendaki gunung tertinggi di dunia Everest dan warga Selandia Baru Edmund Hillary.

Desakecil itukini telah menjadi rumah bagi para pendaki gunung pemecah rekor, termasuk Kami Rita Sherpa, yang mendaki Everest untuk rekor ke-30 kalinya tahun ini.

"Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun sekitar 15 rumah hanyut," kata juru bicara militer Nepal Gaurav Kumar KC kepada AFP.

Tim penyelamat berada di lokasi dan membantu warga mencari tempat aman, tambahnya.

Para ilmuwan memperingatkan, perubahan iklim menyebabkan gletser Himalaya mencair pada tingkat yang mengkhawatirkan, masyarakat bisa semakin rentan terhadap bencana yang tidak dapat diprediksi dan merugikan.

"Ada indikasi insiden ini adalah banjir luapan danau glasial, tetapi kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikannya," kata Arun Bhakta Shrestha, spesialis perubahan iklim di Pusat Internasional untuk Pengembangan Pegunungan Terpadu (ICIMOD).

Ratusan danau glasial yang terbentuk dari pencairan gletser telah muncul entah dari mana diHimalaya dalam beberapa dekade terakhir, dan 2.070 didokumentasikan di Nepal dalam sebuah studi ICIMOD tahun 2020.

Pejabat pemerintah setempat, Jagat Prasad Bhusal mengatakan, warga di desa-desa hilir telah diperingatkan untuk pindah ke daerah aman.

"Kami belum menerima berita kematian sejauh ini," kata Bhusal.

"Tidak banyak orang di Thame karena bukan musim turis.

Tidak seperti danau biasa, danau gletser tidak stabil karena sering dibendung oleh es atau sedimen yang terdiri dari batuan lepas dan puing-puing.

Ketika air yang terkumpul menerobos penghalang yang tidak disengaja ini, yang dikenal sebagai banjir luapan danau glasial, banjir besar dapat terjadi di bagian hilir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.