Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Menjadi Kekuatan Pendorong Utama Panas Ekstrem

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 00:02 WIB | Oleh:

Kementerian Kesehatan telah menempatkan 19 kota, termasuk Roma, dalam kategori "merah", yang menunjukkan tingkat risiko tertinggi untuk Selasa, 13 Agustus.

Media Italia melaporkan suhu di Mont Blanc, puncak tertinggi di Pegunungan Alpen, tetap di atas 0 derajat Celsius (32 derajat Fahrenheit) selama 33 jam, menimbulkan kekhawatiran gletser gunung tersebut "sekarat" akibat panas yang ekstrem.

Swiss mengalami panas yang intens sepanjang akhir pekan, dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius (lebih dari 91 derajat Fahrenheit) di Jenewa dan 34 derajat Celsius (lebih dari 93 derajat Fahrenheit) di Zurich pada 12 Agustus. Beberapa wilayah yang terkena gelombang panas mengalami hujan petir pada Senin malam.

Di kanton Ticino, panas yang ekstrem terus berlanjut. Kantor Federal Meteorologi dan Klimatologi Swiss (MeteoSwiss) mencatat suhu tertinggi tahun ini sebesar 35,8 derajat Celsius (lebih dari 96 derajat Fahrenheit) pada 10 Agustus. Suhu di seluruh Swiss diperkirakan akan turun sekitar 4 derajat mulai Rabu.

Eropa mengalami pemanasan dengan laju lebih dari dua kali lipat rata-rata global. Kedekatan benua tersebut dengan Kutub Utara memainkan peran yang signifikan. Dari Juni 2023 hingga Juni 2024, rekor suhu global telah dipecahkan selama 13 bulan berturut-turut.

Menurut sistem pemantauan satelit Copernicus Uni Eropa, tanggal 21 Juli tercatat sebagai hari terpanas secara global dalam sejarah baru-baru ini.

Pada tahun 2023, setiap benua mengalami gelombang panas yang meluas, intens, dan berkepanjangan, dan tren pemanasan Bumi terus berlanjut. Para ahli memprediksi bahwa suhu tinggi akan terus berlanjut di banyak wilayah dalam waktu dekat.

Tahun ini, Eropa kembali terkena dampak besar dari panas ekstrem, terutama di Mediterania dan Balkan, di mana gelombang panas berkepanjangan tercatat pada bulan Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.