Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Naik, Bulog Harus Optimal Serap Gabah Petani

📅 Senin, 12 Agu 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Dengan data ini, mestinya ke depan tidak perlu impor beras lagi. Asal pemerintah konsisten dalam mendorong peningkatan produksi dalam negeri," tegas Awan.

Menurut Awan, fokus pemerintah ke depan ialah bagaimana agar Bulog meningkatkan serapan produksinya agar cadangan beras Bulog bersumber dari petani sendiri, bukan petani luar.

"Pemerintah harus fokus saja di situ (produksi lokal dan serapannya). Jangan wacanakan lagi soal potensi impor itu. Sebab, itu hanya menguntungkan pemburu rente impor, hanya sebagian kecil orang saja," tukas Awan.

Terkait impor beras, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan pemerintah harus mengurangi tekanan terhadap nilai tukar dengan mengurangi kebergantungan pada impor.

"Kendalikan harga pangan, termasuk mengurangi pangan impor yang sensitif terhadap pelemahan kurs rupiah," kata Bhima.

Belum Untung

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan semestinya dengan itu pula pemerintah membuat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sesuai dengan kebutuhan petani agar produksi petani dijual ke Bulog.

Dengan HPP yang ditetapkan pemerintah sekarang, petani sama sekali tidak mendapat keuntungan. HPP gabah bisa di tujuh ribu rupiah per kilogram (kg) dengan pertimbangan biaya produksi sudah mencapai enam ribu rupiah per kg.

Dengan HPP enam ribu rupiah per kg, yang ditetapkan pemerintah saat ini dinilai belum menguntungkan petani. "Harga itu juga akan menyulitkan pemerintah untuk menyerap produksi dalam negeri sehingga target stok cadangan beras pemerintah juga tidak terpenuhi, dan pasti ini jadi alasan pemerintah lagi untuk melakukan impor beras di tahun ini," tutup Qomar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.