Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Naik, Bulog Harus Optimal Serap Gabah Petani

📅 Senin, 12 Agu 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produksi Naik, Bulog Harus Optimal Serap Gabah Petani Doc: Sumber: Bulog – Litbang KJ/and/ones

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Perum Bulog di seluruh wilayah agar mengoptimalkan penyerapan gabah petani lokal seiring dengan tren meningkatnya produksi gabah petani dalam negeri.

Jika Bulog menyerap secara optimal maka beras petani lokal tersebut akan digunakan untuk memasok bantuan pangan beras tahap ketiga sebanyak 10 kilogram (kg) kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan lalu, saat mengunjungi Sentra Penggilingan Padi (SPP) Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, mengatakan tugas dan fungsi Bulog adalah menyerap gabah dari petani. Setelah itu, gabah yang diserap digiling jadi beras dan disimpan.

"Jadi, fungsi serap dan produksi tadi harus terus dikerjakan Bulog," kata Arief.

Dia menyampaikan tren produksi beras dalam negeri yang sejak Juni 2024 diproyeksikan meningkat, perlu disikapi Perum Bulog dengan memastikan penyerapan hasil petani berjalan optimal.

"Bapanas telah memberi penugasan ke Bulog terkait tambahan target penyerapan beras produksi dalam negeri sampai akhir 2024 di angka 600 ribu ton," katanya.

Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras sejak Juni sampai September 2024 diproyeksikan terus bertumbuh. Estimasi produksi beras pada Juni 2,06 juta ton dan meningkat pada bulan Juli menjadi 2,18 juta ton.

Peningkatan secara signifikan terjadi pada estimasi produksi beras di Agustus dan September yang masing-masing dapat mencapai angka 2,66 juta ton dan 2,96 juta ton. Angka itu sudah di atas kebutuhan konsumsi beras bulanan secara nasional yakni sebesar 2,55 juta ton.

Arief juga menekankan pentingnya memberlakukan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dari Bapanas ke Perum Bulog, karena berfungsi sebagai jaring pengaman bagi petani.

"Sebisa mungkin harga gabah tidak boleh sampai jatuh di bawah HPP itu. Bapak Presiden Joko Widodo pun selalu menekankan hal ini agar petani tidak merugi, pedagang bisa untung, dan masyarakat senang saat berbelanja," jelasnya.

Berdasarkan data BPS, pada Juli 2024, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) kadar air 19,95 persen di tingkat petani berada di level 6.497 rupiah per kilogram (kg). Hal itu jauh lebih baik dibandingkan rata-rata harga GKP pada April 2024 yang sempat menyentuh 5.686 rupiah per kg.

"Secara nasional, total penyerapan produksi dalam negeri oleh Bulog sendiri per 3 Agustus telah mencapai 777 ribu ton," ungkap Arief.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, yang diminta pendapatnya, mengatakan semestinya dengan data tersebut, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk merencanakan impor beras tahun 2024.

Awan merujuk pada potensi impor beras sebesar 5,17 juta ton yang sempat ramai dibicarakan atau lebih tinggi dari tahun 2023 yang di angka 3,06 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.