Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bromo Kian Rawan Banjir, Pariwisata Salah Satu Penyebabnya

📅 Senin, 12 Agu 2024, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian kuantitatif tentang luas wilayah di kawasan Bromo yang mengalami pemadatan tanah.

Sementara itu, di area lain seperti Pasir Berbisik dan parkir kendaraan dekat pura, lambatnya penyerapan air lebih terkait dengan lapisan tanahnya yang mengeras (cemented layer). Lapisan ini terbentuk penumpukan material vulkanik seperti pasir dan abu, belerang, dan air, bukan karena pijakan manusia ataupun kendaraan.

Apakah bisa pulih?

Pemadatan tanah di kawasan Bromo sebenarnya bisa pulih secara alami dengan membiarkan akar vegetasi dan hewan-hewan tanah membentuk lubang pori dan menggemburkan tanah.

Namun, pemulihan ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Sebuah riset di Gurun Mojave menunjukkan bahwa secara alami, pemulihan tanah yang memadat membutuhkan waktu sekitar 70-124 tahun. Pemulihan ini pun baru bisa optimal jika suatu area tidak terganggu oleh pijakan kaki maupun gilasan roda kendaraan.

Selain cara alami, tanah juga dapat kita pulihkan melalui cara mekanis dengan secara langsung memecah lapisan-lapisan tanah permukaan yang keras. Ini mempercepat peresapan air hujan ke dalam tanah. Namun, pendekatan ini membutuhkan kerja keras dari pengelola.

Menyeimbangkan pariwisata dan konservasi

Untuk mencegah pemadatan tanah dan kerusakan lainnya, pengelola taman nasional sebenarnya telah membatasi akses pengunjung ke area-area yang sensitif terhadap gangguan seperti di Bukit Teletubbies. Pihak pengelola juga telah menerapkan sistem kuota pengunjung seperti yang diberlakukan untuk jalur pendakian Gunung Semeru.

Namun, usaha pembatasan hanya berdasarkan kuota ini sepertinya belum cukup. Pengelola dapat menetapkan jalur wisata yang jelas dan mendorong pengunjung untuk tetap berada di jalur-jalur tersebut untuk mengurangi gangguan pada tanah. Penegakan aturan dan sanksi tegas terhadap pengunjung yang keluar dari jalur 'resmi' ini patut diperhitungkan.

Upaya preventif seperti perbaikan dan pembangunan pagar dua sisi di sepanjang jalur juga penting untuk mencegah wisatawan masuk ke kawasan terlarang (terutama di area-area yang sensitif). Infrastruktur yang bagus dapat mengatur aliran pengunjung sehingga dapat mengurangi dampak buruk aktivitas wisata.

Hal yang tak kalah penting adalah komunikasi risiko lingkungan di Bromo kepada wisatawan dan pemangku kepentingan lokal seperti pemandu wisata, pemilik jasa angkutan, maupun pemilik penginapan. Seluruh pihak patut menyadari bahwa aktivitas mereka dapat berdampak negatif terhadap kelangsungan kawasan Bromo.

Kolaborasi pengelola taman nasional juga komunitas lokal sangat penting untuk menerapkan strategi penyeimbangan aktivitas wisata dan konservasi ini. Komunitas lokal, yang sebagian besar bergantung pada pariwisata untuk mata pencaharian mereka, perlu menjadi bagian integral dari percakapan konservasi.

Dengan menyelaraskan kepentingan komunitas dengan tujuan lingkungan, upaya edukasi terus menerus, dan praktik manajemen yang lebih baik, sangat dimungkinkan untuk menciptakan praktik pariwisata berkelanjutan yang menguntungkan semua pihak.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.