Tiongkok Sukses Uji Coba 'Kereta Terbang' Berkecepatan 1000 Km/Jam
📅 Minggu, 11 Agu 2024, 14:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SVisi Musk, yang dirinci dalam "makalah alfa"nya, mengusulkan moda transportasi inovatif yang disebutnya Hyperloop.
Konsep ini membayangkan tabung aerodinamis yang dirancang untuk mengangkut penumpang dan kargo, melaju dengan kecepatan luar biasa hingga 760 mil per jam melalui tabung hampir vakum, mengingatkan pada sistem transportasi futuristik yang digambarkan dalam fiksi ilmiah klasik.
Musk membayangkan teknologi ini sebagai "moda transportasi kelima", menempatkannya di samping mobil, kereta api, pesawat, dan kapal. Tujuan ambisiusnya adalah untuk memungkinkan transportasi cepat antara kota-kota besar-seperti Los Angeles dan San Francisco, serta New York dan Washington DC-hanya dalam waktu 30 menit.
Musk menyarankan bahwa transformasi semacam itu dapat merevolusi cara kita hidup dan bekerja dengan memangkas waktu perjalanan secara drastis dan membuat kota-kota terpencil lebih mudah diakses.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inti dari visi ini adalah teknologi levitasi magnetik, atau Maglev, yang bertujuan untuk mengatasi dua tantangan signifikan yang dihadapi transportasi kereta api konvensional: gesekan dan hambatan udara.
Sistem ini berupaya menghilangkan gesekan yang biasanya menghambat kereta tradisional dengan menggunakan magnet kuat untuk mengangkat pod dan mendorongnya melalui tabung.
Selain itu, beroperasi dalam tabung bertekanan rendah akan mengurangi hambatan udara dan kebisingan secara signifikan, yang selanjutnya meningkatkan efisiensi sistem transportasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun visinya menjanjikan, teknologi Hyperloop menghadapi rintangan besar. Pada tahun 2020, perusahaan Musk, Hyperloop One, melakukan uji coba pertamanya yang melibatkan penumpang manusia.
Namun, hasilnya tidak sesuai harapan, dengan kecepatan maksimum yang dicapai pod hanya 100 mil per jam. Tantangan berikutnya, yang diperparah oleh pandemi COVID-19, menyebabkan serangkaian kemunduran dan akhirnya perusahaan ditutup pada akhir tahun 2023.
Hingga akhir tahun 2023, Tiongkok membanggakan total jalur kereta api komersial sepanjang 159.000 kilometer, termasuk lebih dari 45.000 kilometer jalur berkecepatan tinggi.
Jaringan yang luas ini menyediakan landasan yang kokoh untuk mengintegrasikan dan mengembangkan teknologi transportasi inovatif seperti Hyperloop, menjadikan Tiongkok pemimpin potensial dalam mewujudkan visi transportasi futuristik ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!