Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanam Bibit Alpukat guna Kurangi Polusi

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanam Bibit Alpukat guna Kurangi Polusi Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat (Jakpus) menanam bibit alpukat cempedak di Kawasan Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat menanam bibit alpukat cempedak di kawasan Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat sebagai upaya mengurangi polusi udara.

"Total sebanyak 70 bibit pohon alpukat cempedak yang kami tanam," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati di Jakarta, Jumat (09/8).

Suharini menyebut usulan penanaman pohon di kawasan taman Masjid Istiqlal merupakan inisiasi Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma.

Menurut Suharini pak Wali kota mempertimbangkan letak Masjid Istiqlal yang berada di pusat kota lebih efektif sebagai lokasi penanaman bibit alpukat cempedak.

"Jadi pak Wali mengusulkan Istiqlal yang ada di pusat kota kalau bisa menjadi tempat pertanian perkotaan (urban farming). Agar lingkungan masjid menjadi asri, sejuk, dan produktif," ujar Suharini.

Kegiatan penanaman pohon ini menurut Suharini bisa berdampak untuk menekan polusi di kawasan sekitar. Kemudian, bila pohon sudah besar rindang tersebut juga akan membuat pengunjung menjadi nyaman.

Adapun pohon alpukat cempedak merupakan salah satu tanaman khas dari DKI Jakarta. Selain menekan dampak polusi dan meningkatkan kenyamanan, penanaman pohon ini juga menjadi agenda pembudidayaan tanaman khas Jakarta.

Pihak pengelola masjid, kata Suharini telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi publik.

Oleh Karena itu, Suharini mengaku akan melibatkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mendukung dan memakmurkan masjid dengan kegiatan yang bermanfaat.

"Saat sekarang ini kami tengah mengembangkan penghijauan dengan tanaman produktif. Pengurus masjid lain silakan saja bila ingin melakukan penanaman, kami akan dukung," tegas Suharini.

Sementara itu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas KPKP DKI Jakarta yang memilih Masjid Istiqlal sebagai lokasi penanaman.

Menurut Iqbal, keberadaan pohon akan sangat bermanfaat lantaran mobilitas dan aktivitas kendaraan bermotor di kawasan sekitar Masjid Istiqlal sangat tinggi.

"Aktivitas di Istiqlal ini mulai dari subuh sampai malam hari. Dengan penambahan pohon produktif ini Istiqlal bisa disebut taman alami (living garden), jadi semua yang ada di Istiqlal diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan pengunjung," ucap Iqbal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.