Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Utara Pindahkan Ribuan Korban Banjir ke Ibu Kota

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korea Utara Pindahkan Ribuan Korban Banjir ke Ibu Kota Doc: AP/KCNA
Ket. Dalam foto yang diambil selama perjalanan dua hari pada 8 Agustus dan 9 Agustus 2024 dan disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato saat mengunjungi daerah yang dilanda banjir di Uiju, provinsi Phyongan Utara, Korea Utara.

SEOUL - Korea Utara akan memindahkan lebih dari 15.000 korban banjir ke ibu kota, kata media pemerintah Sabtu (10/8), sementara pemimpin Kim Jong Un menegaskan upaya pemulihan akan "berdasarkan kemandirian" meskipun ada tawaran bantuan dari luar negeri.

Pyongyang minggu lalu mengatakan hujan lebat yang memecahkan rekor pada akhir Juli telah menewaskan sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya, membanjiri rumah-rumah, dan merendam sebagian besar lahan pertanian di wilayah utara dekat Tiongkok.

Dalam kunjungannya ke Uiju yang dilanda banjir pada hari Jumat (9/8), Kim mengatakan pemerintah berencana menampung sekitar 15.400 korban banjir dari wilayah utara di berbagai fasilitas di ibu kota hingga rumah mereka dibangun kembali, menurut Kantor Berita Resmi Korea Utara.

Rencana yang akan mencakup bantuan makanan dan medis serta dukungan pendidikan bagi ribuan siswa yang dipindahkan, akan menjadi "prioritas utama negara," kata Kim.

Tawaran dukungan internasional telah mengalir sejak berita bencana banjir pertama kali muncul, termasuk dari Korea Selatan, yang menawarkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Korea meskipun hubungan kedua negara sedang tegang.

Moskow telah memberikan tawaran serupa, menurut Pyongyang, sementara kantor berita Seoul Yonhap telah melaporkan bahwa Tiongkok dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengisyaratkan kesediaan mereka untuk membantu.

Namun Kim mengatakan pada hari Jumat, upaya pemulihan negara akan "sepenuhnya didasarkan pada kemandirian", menurut KCNA.

Meski demikian, ia menyampaikan "terima kasih kepada berbagai negara asing dan organisasi internasional atas tawaran dukungan kemanusiaan mereka," kata laporan itu.

Media Korea Selatan melaporkan bahwa jumlah korban tewas dan hilang di Korea Utara bisa mencapai 1.500 orang, tetapi Kim pada hari Jumat menepis laporan tersebut sebagai "provokasi serius" dan "penghinaan terhadap orang-orang yang terkena banjir yang semuanya aman dan sehat."

Bencana alam cenderung berdampak besar pada negara yang terisolasi dan miskin karena infrastrukturnya yang lemah, sementara penggundulan hutan membuatnya rentan terhadap banjir.

Hubungan antara kedua Korea berada pada salah satu titik terendah dalam beberapa tahun, dengan Korea Utara baru-baru ini mengumumkan pengerahan 250 peluncur rudal balistik ke perbatasan selatannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.