Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FDA Tolak Penggunaan Ekstasi untuk Terapi PTSD

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 11:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
FDA Tolak Penggunaan Ekstasi untuk Terapi PTSD Doc: NBC
Ket. Kantor pusat FDA pada 20 Juli 2020 di White Oak, Maryland, AS.

WASHINGTON - Regulator kesehatan AS pada hari Jumat (9/8) menolak permohonan pengobatan gangguan stres pascatrauma (PTSD) dengan obat MDMA, yang umumnya dikenal sebagai ekstasi, dan mengatakan penyelidikan lebih lanjut perlu dilakukan.

Perusahaan yang mengajukan permohonan tersebut, Lykos Therapeutics, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah meminta uji klinis Fase 3 tambahan untuk mempelajari "keamanan dan kemanjuran" MDMA.

Sebuah panel ahli yang dibentuk oleh FDA untuk mengevaluasi data klinis mengenai MDMA pada awal Juni mengatakan bahwa tidak ada cukup bukti yang membuktikan bahwa obat itu efektif.

Meskipun tidak mengejutkan, keputusan yang diumumkan hari Jumat ITU merupakan pukulan bagi para pendukung pengobatan baru tersebut.

"Permintaan FDA untuk studi lain sangat mengecewakan, tidak hanya bagi semua orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk upaya perintis ini, tetapi terutama bagi jutaan orang Amerika dengan PTSD... yang belum melihat adanya pilihan pengobatan baru dalam lebih dari dua dekade, kata CEO Lykos, Amy Emerson.

PTSD adalah kondisi kesehatan mental melemahkan yang berkembang setelah seseorang mengalami atau terancam oleh peristiwa traumatis seperti kematian, pertempuran atau kekerasan seksual.

Penyakit ini mempengaruhi sekitar lima persen orang Amerika pada suatu tahun tertentu.

Pilihan pengobatan farmasi untuk PTSD sejauh ini terbatas pada dua antidepresan yang memerlukan dosis tiga bulan agar berlaku, dan tingkat respons terhadap pengobatan ditemukan tidak merata.

MDMA -- methylenedioxymethamphetamine -- adalah obat Schedule 1 berdasarkan Undang-Undang Zat Terkendali, dan menyetujuinya untuk penggunaan medis akan menjadi perubahan besar.

Lykos yang berkantor pusat di California mendasarkan permintaannya untuk persetujuan regulasi pada dua studi klinis, yang masing-masing melibatkan sekitar 100 orang, untuk mengevaluasi MDMA yang digunakan bersama dengan intervensi psikologis lain seperti terapi bicara, terhadap plasebo dengan terapi bicara.

Kedua penelitian yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Medicine ini menunjukkan MDMA memang aman dan sangat efektif dalam mengobati PTSD.

Namun, sembilan dari 11 ahli di panel FDA mengatakan data yang tersedia tidak cukup untuk menunjukkan pengobatan itu efektif, dan 10 dari 11 mengatakan manfaatnya tidak lebih besar daripada risikonya.

Dalam dokumen pengarahan yang disusun sebelum pertemuan, staf FDA mengemukakan kekhawatiran tentang metodologi uji klinis Lykos dan mengkritik perusahaan itu karena tidak mengumpulkan data efek samping yang memadai.

Perusahaan itu mengatakan akan "bekerja tekun dalam beberapa bulan mendatang untuk menanggapi kekhawatiran FDA dan memanfaatkan proses lembaga tersebut untuk menyelesaikan perselisihan ilmiah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.