Desa Serang, Saujana di Lereng Gunung Slamet
📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoAlatflying foxini dipasang di hutan pinus milik Perhutani yang dekat dengan desa ini. Pada tahun 2011 desa ini mendapatkan sumbangan ATV bike. Namun karena lokasinya berada di pihak perusahaan perkebunan, akhirnya lokasinya dipindah di tanah desa dengan luas 1,3 hektare.
Masyarakat secara bergotong royong melakukan pembangunan. Dengan modal 9 juta rupiah digunakan untuk membeli material pembuatan fasilitas untuk mendukung permainanflying foxdan ATV berupa berupa gazebo yang dilakukan secara kerja bakti.
Beruntung dengan modal yang minim, mereka dapat menarik banyak pengunjung. Bahkan jumlah wisatawan yang datang dalam satu hari pernah mencapai 15.000 orang dalam sehari pada musim Lebaran tahun 2019. Tidak heran kemudian desa yang dulu sunyi dan miskin itu telah menjadi Desa Maju berdasarkan Indeks Desa Membangun dari Kementerian Desa PDTT pada tahun 2022.
Kembangkan Fasilitas
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski pengunjungnya ramai, D'LAStidak pernah berhenti dalam mengambangkan layanan. Pendapatan yang diperoleh salah satunya digunakan untuk membuat wahana baru agar wisatawan mau kembali datang ke tempat ini.
Salah satu wahana baru yang dibanguan di D'LAS adalah Mini Zoo. Fasilitas yang menyediakan binatang seperti burung, kuda poni, kura-kura, ayam pegar, meerkat, alpaka, burung unta, rakun, burung merak, pelikan, rubah, dan masih banyak lagi ini menjadikan tempat wisata ini memiliki total 22 wahana.
D'LAS Zoo juga merupakan salah satu wahana yang didanai oleh BRI melalui programcorporate social responsibility(CSR) senilai 500 juta rupiah. Dana ini digunakan untuk pembuatan kandang, bagi bermacam hewan yang berbeda-beda itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan terus bertambahnya wahana kini luas lahan D'LAS mencapai 20 hektare dari awalnya hanya 1,3 hektare yang dimiliki Bumdes. Namun mayoritasnya lahan baru yang ada dimiliki oleh masyarakat dan pihak perusahaan perkebunan yang digunakan dengan cara menyewa.
Pendapatan D'LAS dari telah mencapai angka rata-rata 8 miliar per tahunnya dari sektor pariwisata. Aset juga berkembang dari awalya hanya 9 juta rupiah menjadi 30 miliar rupiah. Dari pendapatannya digunakan untuk disetor ke Desa Serang sebagai pendapatan asli.
Selain agrowisata dan berbagai permainan yang ditawarkan salah satu hal yang sangat menarik dari desa ini adalah bentang alamnya. Sejauh mata memandang atau saujana-nya berupa pemandangan dataran rendah di arah tenggara dan timur laut.
Di arah timur pemandangannya berupa pegunungan yang berbaris dari arah selatan ke utara dengan puncak yang timbul tenggelam seperti mata gergaji. Sedangkan pemandangan ke arah baratnya adalah gunung Slamet yang memiliki ketinggian puncak 3432 mdpl.
D'LAS berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak Gunung Slamet, sedangkan radius bahaya erupsi Gunung Slamet berjarak 3 kilometer dari kawah puncak gunung. Oleh karena tempat ini menyediakan pemandangan yang cukup dekat ke puncak dan cukup aman dari letusan apalagi gunung ini ini dikenal tidak pernah erupsi hebat.
Jarak D'LAS dengan pusat Kota Purbalingga sejauh 22,8 kilometer melewati Bobotsari. Jalan yang berkelok-kelok dengan waktu tempuh 40 menit, wisatawan akan dihibur dengan pemandangan persawahan dan juga tanaman sayur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!