Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB: Senjata Nuklir Ancaman Serius dan Bahaya yang Nyata

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Sekjen PBB: Senjata Nuklir Ancaman Serius dan Bahaya yang Nyata Doc: ISTIMEWA
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres

WASHINGTON - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada hari Senin (5/8), memperingatkan adanya ancaman serius dan bahaya yang nyata dari senjata nuklir. Senjata nuklir dan ancaman penggunaannya tidak hanya ada dalam buku-buku sejarah. Senjata nuklir muncul dalam retorika harian hubungan internasional.

"Senjata nuklir merupakan bahaya nyata yang masih ada bersama kita hingga saat ini," kata Guterres ketika menyampaikan pesan dalam peringatan 79 tahun Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Jepang.

Seperti dikutip dari Antara, pengeboman Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dalam Perang Dunia II menewaskan sekitar 140.000 orang, sementara bom atom yang dijatuhkan di Kota Nagasaki tiga hari kemudian menewaskan sekitar 74.000 orang.

"Pelajaran dari Hiroshima, yang pernah memandu upaya kolektif kita menuju perlucutan senjata dan perdamaian, telah disingkirkan," kata Guterres.

Sementara beberapa pihak sekali lagi, secara gegabah mengancam dengan senjata nuklir, Guterres menekankan bahwa PBB terus berusaha menghidupkan pelajaran pahit peristiwa pengeboman nuklir pada 1945.

Perlucutan Senjata

Guterres menyerukan kepada dunia untuk bersatu mengutuk perilaku yang tidak dapat diterima ini dan menemukan solusi baru untuk menghidupkan perlucutan senjata.

"Kita tidak akan pernah melupakan pelajaran dari 6 Agustus 1945. Tidak (boleh) ada lagi (kota dibom seperti) Hiroshima dan Nagasaki," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Prefektur Hiroshima Jepang, Hidehiko Yuzaki, memperingatkan komitmen Washington dan Tokyo terhadap pencegahan yang diperluas berpotensi meningkatkan ketergantungan pada senjata nuklir dan memperburuk risiko perang nuklir.

"Saya sangat khawatir dengan ketergantungan yang semakin besar pada senjata nuklir. Ini dapat meningkatkan risiko perang nuklir," kata Yuzaki seperti dikutip kantor berita Kyodo dalam sebuah konferensi pers.

Yuzaki menekankan pentingnya mempromosikan perlucutan senjata nuklir secara bertahap tidak hanya oleh AS, tetapi juga oleh negara-negara lain yang menimbulkan risiko bagi Jepang, seperti Tiongkok dan Korea Utara.

Konferensi menteri pertama tentang pencegahan yang diperluas berlangsung di Tokyo pada akhir Juli 2024. Konsep ini mengimplikasikan perluasan "payung nuklir" AS dari Jepang ke Korea Selatan, Filipina, dan Australia.

Dalam konferensi tersebut, menteri luar negeri dan pertahanan Jepang dan AS sepakat untuk terus mendiskusikan masalah ini terutama di tingkat menteri, namun tidak terbatas pada tingkat tersebut.

Pemerintah Tiongkok menyampaikan pandangan soal kekhawatiran terkait kepemilikan senjata nuklir dalam Sesi Kedua Komite Persiapan Konferensi Tinjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Non-Profliferation Treaty atau NPT) yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.