Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inisiatif Perancang 'Video Game' Ciptakan Gim yang Bangkitkan Kesadaran Dampak Iklim

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 02:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inisiatif Perancang 'Video Game' Ciptakan Gim yang Bangkitkan Kesadaran Dampak Iklim Doc: Instagram/@freelives_official 
Ket. Perancang Gim l Tim pengembang gim dari studio Free Lives dari Cape Town, Afrika Selatan, berfoto bersama saat peluncuran video game “Terra Nil” pada Maret 2023 lalu. Perancang gim ini, Sam Albert, sengaja membuat video game “Terra Nil” ini karena fokus pada perubahan iklim.

Perancang gim Sam Alfred sangat menyadari tantangan yang dia hadapi dalam mencoba membuatvideo gamedengan fokus pada perubahan iklim mengingat daftar gim terlaris diisi dengan judul-judul yang mendorong kehancuran dan kekerasan daripada keterlibatan konstruktif terhadap lingkungan.

NamunTerra Nil, sebuah permainan strategi yang dirancang oleh Alfred dan dirilis pada Maret tahun lalu, memberikan pemain tanggung jawab untuk membangun kembali ekosistem dan sejak itu gim ini telah menarik 300.000 pemain, menurut penerbitDevolver Digital.

"Saya sudah tidak bisa menghitung berapa banyak orang yang menolak atau mengolok-olok permainan ini karena sifatnya, sebab gim ini adalah permainan yang bukan tentang menembak orang atau ekspansionisme yang merajalela," kata Alfred.

"Lingkungan adalah fokus permainan ini. Salah satu sudut pandangnya adalah mencoba menunjukkan kepada para pemain dan pengembang gim lain serta orang-orang bahwa membangun gim strategi tanpa eksploitasi lingkungan adalah mungkin," tegas dia.

Sesuai dengan kata-katanya, perancang gim asal Afrika Selatan berusia 30 tahun ini meminta para pemainTerra Niluntuk membantu mendekontaminasi zona radioaktif dengan bunga matahari dan menyelamatkan Great Barrier Reef di antara tugas-tugas terkait iklim lainnya.

Alfred bukanlah perancang gim pertama yang memasukkan pesan lingkungan dalam permainan mereka dan dia juga bukan orang pertama yang dikritik karena hal tersebut. Pada tahun 2017 lalu,Cities: Skylines, sebuah game pembangunan kota, memperkenalkan gim versiGreen Citiesdi mana para pemain dapat menciptakan kota metropolis ideal mereka dengan tetap mempertimbangkan polusi dan pengelolaan lingkungan.

"Saya ingat pengembanganGreen Citiesadalah sesuatu yang secara mengejutkan hingga mempolarisasi penontonnya," kata Mariina Hallikainen, direktur pelaksana Colossal Order, studio Finlandia di balik gim tersebut. "Sebenarnya ada pula tanggapan yang menyebut bahwa kami sekarang telah merusak permainan dengan mengambil tindakan politik," imbuh dia.

Tim dibalik gim ini menyangkal adanya pesan politik yang terang-terangan, dan menyatakan bahwa para pemain dapat memilih apakah akan menjadikan kotanya hijau atau tidak.

Dan studio lain tidak berkecil hati untuk memasukkan iklim ke dalam permainan mereka. Gim strategi terlaris yaituCivilizationbahkan memasukkan perubahan iklim ke dalam edisi keenamnya pada tahun 2019 lalu.

Dengan perkiraan tiga miliar orang yang bermainvideo gamesetidaknya sekali dalam setahun, para penggiat iklim telah lama menargetkan mereka sebagai audiens potensial. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencoba menciptakan permainan iklim berjudulMission 1.5yang dikatakan dapat menjangkau lebih dari enam juta orang.

Kebebasan Berkreasi

Tokoh-tokoh industri telah bergabung dalam beberapa kelompok untuk melihat bagaimana mereka dapat memasukkan agenda iklim ke dalam permainan mereka. Studio, asosiasi perdagangan, dan investor, membentukPlaying for the Planet, sebuah aliansi yang didukung oleh PBB dengan mengadakan "Green Game Jam" setiap tahun sejak 2020.

Tokoh-tokoh industri lainnya bersatu untuk membentuk cabang iklim Asosiasi Pengembang Game Internasional (IGDA) pada tahun 2019.

"Anda mempunyai kekuatan super karena Anda adalah pembuat permainan," tutur Arnaud Fayolle, direktur artistik di penerbit Ubisoft dan penggerak utama di cabang iklim IGDA, mengatakan pada konferensi mereka tahun lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.