Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Zona Bahaya 4 Km Usai Gunung Ibu Meletus Enam Kali Beruntun

📅 Jumat, 02 Agu 2024, 16:31 WIB | Oleh:
Zona Bahaya 4 Km Usai Gunung Ibu Meletus Enam Kali Beruntun Doc: ANTARA/HO-Badan Geologi
Ket. Abu vulkanik erupsi Gunung Ibu membumbung ke udara di Pulau Halmahera, Maluku Utara, Jumat (2/8)

JAKARTA - Badan Geologi menetapkan radius 4 kilometer (km) dari kawah Gunung Ibu di Pulau Halmahera Maluku Utara sebagai zona bahaya untuk masyarakat yang beraktivitas usai gunung api itu meletus secara beruntun sebanyak enam kali dengan amplitudo maksimum 28 milimeter, pada pagi - siang ini.

"Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun pada radius 4 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu," kata Kepala Badan Geologi M. Wafid dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa letusan Gunung Ibu pada pukul 09.41 WIT itu tercatat di seismograf memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter atau tergolong besar dari umumnya dan berlangsung selama lebih kurang 2 menit 11 detik.

Pada erupsi tersebut Gunung Ibu menghembuskan abu lebih kurang 1,5 km ke udara dari kawah aktif atau 2.825 meter di atas permukaan laut dengan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara.

Dua letusan kembali terjadi hanya berselisih satu hingga tiga jam dari sebelumnya, kali ini terekam dengan amplitudo maksimum 9-24mm yang berlangsung 2 menit 13 detik, tinggi kolom abu teramati setinggi 1,5 km.

Tiga rentetan letusan selanjutnya teramati mulai dari pukul 12:30 WIT hingga 15:38 WIT yang beramplitudo sebesar 8-13 mm dengan waktu lebih cepat dan singkat tak lebih dari 100 detik.

Petugas Badan Geologi yang bertugas di posko pemantau Desa Tokuoko melaporkan sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih berada pada status level III atau siaga.

Oleh karena itu, selain mengingatkan zona bahaya masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharapkan selalu memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya gangguan sistem pernafasan jika terjadi hujan abu.

Gunung Ibu merupakan gunung api yang memiliki ketinggian puncak 1.340 meter di atas permukaan laut. Secara administratif gunung tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Desa Sangaji Nyeku, Goin, Tokuoko, Duono, Tuguis, dan Desa Togoreba Sungi di Kabupaten Halmahera Barat merupakan sejumlah permukiman penduduk terdekat dari arah bukaan kawah Gunung Ibu.

Di sisi lain, berdasarkan hasil survei lapangan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) desa-desa tersebut termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) banjir lahar dingin. Hal itu dikarenakan lokasi desa yang be-irisan dengan aliran sungai dari hulu Gunung Ibu yang juga harus diwaspadai.

Dari hasil analisa geologi mencatatkan ada sebanyak 300 ribu hingga 500 ribu meter kubik material yang berpotensi melimpas dari bukaan kawah ke sepanjang aliran sungai hingga ke area perkebunan yang memiliki morfologi seperti lembah sungai dan melanda lokasi-lokasi yang telah ada bangunan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

56 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.