Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdik Palangka Raya Tunggu Hasil Penelitian Terkait Keracunan Massal

📅 Rabu, 31 Jul 2024, 16:55 WIB | Oleh:
Disdik Palangka Raya Tunggu Hasil Penelitian Terkait Keracunan Massal Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi.
Ket. Murid-murid SDN-1 Kereng Bangkirai saat dilakukan penanganan di puskesmas yang tidak jauh dari sekolah tersebut, Rabu (31/7).

PALANGKA RAYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah masih menunggu hasil penelitian dari petugas kesehatan, terkait terjadinya keracunan masal yang melibatkan 16 murid di Sekolah Dasar Negeri 1 Kereng Bangkirai.

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kota Palangka RayaRahmad Winarsodi Palangka Raya Rabu mengatakan, tim dari Disdik setempat turun langsung ke sekolah untuk meminta keterangan kepada beberapa murid SDN 1 Kereng Bangkirai terkait hal tersebut.

"Berdasarkan keterangan dari beberapa murid berbeda-beda, ada yang diakibatkan mengonsumsi nasi goreng, ada juga yang mengonsumsi nasi goreng namun murid tersebut tidak mengalami keracunan," kata Rahmad.

Dia menjelaskan, untuk mengetahui persis persoalan tersebut bermula dari apa, maka pihaknya akan tetap menunggu hasil penelitian dari petugas kesehatan yang diminta Disdik setempat untuk melakukan penelitian.

"Kami tunggu hasil penelitian tim kesehatan, sehingga kita benar-benar mengetahui persoalan tersebut," kataRahmad.

Ia mengungkapkan, sebelum diketahui adanya dugaan keracunan massal atau 16 peserta didik tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa murid SDN 1 Kereng Bangkirai mengalami keracunan akibat mengkonsumsi makanan di kantin sekolah.

Melihat hal tersebut, pihak sekolah langsung membawa 16 murid tersebut ke Puskesmas yang tidak jauh dari sekolah itu. Bahkan setelah dilakukan penanganan medis, mereka juga langsung dilarikan ke RSUD Kalampangan dan RS Bayangkara.

"Untuk kondisi murid yang mengalami keracunan dan empat dirawat di dua rumah sakit tersebut kini sudah membaik. Mereka juga sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Atas kejadian itu, Rahmad juga mengimbau kepada seluruh pemilik kantin di sekolah untuk menjaga kehigienisan dalam menjajakan makanan di sekolah untuk murid-murid.

Kemudian, peserta didik, tenaga pengajar di sekolah, dan para orang tua agar benar-benar memperhatikan jajanan anak-anak atau peserta didik di sekolahnya.

"Saya harap para orang tua harus mengingatkan anak-anaknya agar ketika belanja benar-benar mengkonsumsi makanan yang sehat, jangan sampai mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet yang bisa membahayakan kesehatan peserta didik itu sendiri,' demikian Rahmad. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.