Pokdarwis Diminta Terus Berkreasi
📅 Rabu, 31 Jul 2024, 03:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
BEKASI - Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kunjungan turis ke Bekasi. "Maka, lomba pariwisata diharapkan menjadi stimulus segenap pokdarwis Kabupaten Bekasi untuk terus inovasi," tutur Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna, Selasa (30/7).
"Lomba akan berdampak positif untuk peningkatan perekonomian masyarakat, menggerakkan roda ekonomi warga desa, pemberdayaan pelaku usaha kecil, hingga menambah pendapatan asli daerah," katanya. Dia mengatakan ini saat pengumuman lomba wisata. Desa Wisata Sukamurni Kecamatan Sukakarya berhasil meraih juara umum Lomba Gebyar Pokdarwis 2024 yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi di Pesona Wanajaya, Cibitung.
"Lomba diikuti puluhan pokdarwis dari berbagai penjuru Bekasi," jelas Iyan Priyatna. Dia menuturkan, Desa Sukamurni meraih juara pertama setelah mendapatkan nilai tertinggi. Yang dinilai mulai dari wawasan kepariwisataan, potensi desa, hingga video profil. "Jadi indikator penilaian ada banyak. Ini termasuk sisi keaktivan menyelenggarakan pentas seni, pameran produk UMKM local serta capacity building," katanya.
Ketua Desa Wisata Sukamurni, Ahmad Rusnadi, bangga atas prestasi tersebut. Dia berharap desanya ke depan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Bekasi. Ahmad menjelaskan, Desa Sukamurni masuk Kecamatan Sukakarya yang didominasi sektor pertanian.
Sukamurni juga memiliki banyak potensi lain yang terus dikembangkan seperti tradisi, seni budaya, dan kuliner khas unggulan untuk diperkenalkan ke masyarakat secara luas. "Walaupun Desa Sukamurni mayoritas lahan pertanian, kami memiliki potensi kearifan lokal dan kuliner khas seperti telur asin. Juga ada olahan goreng burung peruk yang menjadi primadona saat ini," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ahmad juga tengah mengupayakan pengembangan destinasi wisata lain seperti jembatan peninggalan era Kolonial Belanda, Sumur Bandung Keramat, pabrik pengolahan kerupuk sejak 1970-an, serta Taman Edukasi KTH Kosasi. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!