Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Kenaikan Cabai Rawit, Minyak Goreng, dan Beras

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Kenaikan Cabai Rawit, Minyak Goreng, dan Beras Doc: ISTIMEWA
Ket. Awan Santosa Peneliti Mubyarto Institute - Ini menjadi persoalan serius di tengah penurunan daya beli, hargaharga naik.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan perlunya mewaspadai kenaikan harga cabai rawit, minyak goreng, dan beras karena berpotensi menyebabkan inflasi secara keseluruhan.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam rapat pengendalian inflasi di Jakarta, Senin (29/7), mengatakan harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan 10,40 persen pada minggu keempat Juli 2024 dibandingkan dengan periode yang sama pada Juni 2024. Kenaikan harga cabai rawit itu terjadi di 56,11 persen wilayah di Indonesia.

Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit juga terus bertambah, kini mencapai 202 kabupaten atau kota.

"Cabai rawit perlu diwaspadai karena terjadi penambahan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga," kata Pudji.

Sementara itu, harga minyak goreng juga tercatat mengalami kenaikan harga 1,06 persen pada minggu keempat Juli 2024 jika dibandingkan dengan Juni 2024.

Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga minyak goreng juga meningkat dari 157 menjadi 174 kabupaten/kota.

"Harga minyak goreng mengalami kenaikan di 48,33 persen wilayah di Indonesia," kata Pudji.

Kenaikan harga itu menunjukkan bahwa minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengendalian inflasi.

Selain kedua komoditas tersebut, harga beras juga mengalami fluktuasi harga dengan kenaikan sebesar 0,78 persen pada minggu keempat Juli 2024 dibandingkan dengan Juni 2024. Adapun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras juga meningkat, kini mencapai 33,33 persen dari wilayah di Indonesia.

"Beras mengalami gejolak harga yang cukup signifikan, dengan kenaikan harga di sepertiga wilayah Indonesia," jelas Pudji.

Kenaikan harga pada ketiga komoditas tersebut otomatis berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan inflasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu langkah-langkah pengendalian inflasi yang efektif untuk menstabilkan harga dan menjaga keseimbangan ekonomi.

Persoalan Serius

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan jika merujuk pada keterangan Kementerian Pertanian (Kementan), kenaikan harga cabai karena masalah produksi di daerah daerah produsen cabai.

"Untuk mengatasi masalah ini ke depannya, perlu diperbaiki akses sarana produksi (saprodi) dan inovasi teknologi, misalnya dengan menghasilkan bibit yang tahan terhadap cuaca, entah kering atau berair," kata Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.