Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perusahaan Batu Bara Besar Indonesia Abaikan Emisi Metana

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Perusahaan Batu Bara Besar Indonesia Abaikan Emisi Metana Doc: ISTIMEWA
Ket. Batu Bara

JAKARTA - Perusahaan batu bara di Indonesia, yang merupakan penghasil utama emisi karbon dioksida (CO2), mengabaikan emisi metana yang memanaskan planet, sehingga mengaburkan dampak lingkungan penuh dari operasi mereka. Demikian menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin (29/7).

Metana - yang bertanggung jawab atas sekitar sepertiga pemanasan dari gas rumah kaca - merupakan fokus utama bagi negara-negara yang ingin memangkas emisi dengan cepat dan memperlambat perubahan iklim.

Seperti dikutip dari VoA, lembaga kajian energi yang berbasis di London, Ember, menganalisis profil emisi dari 10 perusahaan pertambangan batu bara besar di Indonesia, yang secara kolektif bertanggung jawab atas setengah dari produksi batu bara di negara ini.

Mereka menemukan hanya empat dari 10 perusahaan yang memasukkan emisi metana tambang batu bara atau Coal Mine Methane (CMM) dalam inventaris emisi mereka, yang menunjukkan dampak lingkungan dari penambangan batu bara di Indonesia, tidak diperhitungkan secara menyeluruh.

Gagal Memahami

Laporan ini menjelaskan gagal memahami atau melaporkan emisi ini secara tepat, merusak pelaporan keberlanjutan perusahaan secara keseluruhan. Hal itu juga mengabaikan peluang signifikan yang berpotensi hilang untuk pengurangan emisi.

"Emisi CMM perusahaan-perusahaan itu, dapat melebihi delapan juta ton setara CO2, lebih dari sepertiga dari total emisi potensial perusahaan," kata Ember dalam siaran pers.

Menurut laporan tersebut, emisi CMM dari sebagian besar perusahaan batu bara besar Indonesia, mungkin setara atau lebih besar dari total emisi mereka dari pembakaran bahan bakar fosil dan listrik yang dibeli.

CMM, yang dikategorikan sebagai emisi buron atau pelepasan yang tidak disengaja, mengacu pada metana yang dilepaskan saat batu bara diekstraksi atau lapisan tanah atas dihilangkan.

Metana hanya bertahan di atmosfer selama sekitar satu dekade, tetapi memiliki efek pemanasan 28 kali lebih besar daripada karbon dioksida dalam skala waktu 100 tahun. Dalam skala waktu 20 tahun, efek pemanasannya sekitar 80 kali lebih besar daripada CO2.

Analis mendesak perusahaan batu bara Indonesia untuk mulai menanggapi dampak emisi metana secara serius guna memenuhi standar keberlanjutan.

"Pengukuran dan pelaporan emisi metana akan menjadi hal yang krusial dalam upaya dekarbonisasi penambangan batu bara dan memastikan kepatuhan terhadap standar nasional dan internasional," kata analis Ember, Dody Setiawan.

Indonesia adalah salah satu penandatangan Global Methane Pledge yang bersifat sukarela dan pemerintah mengatakan telah berkomitmen untuk mengambil tindakan domestik yang komprehensif guna mencapai pengurangan emisi metana global pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.