Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Batang Tetapkan Status Siaga Darurat Musim Panas

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Batang Tetapkan Status Siaga Darurat Musim Panas Doc: ANTARA/Dokumen Pribadi
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang Ulul Asmi.

Batang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menetapkan status siaga darurat musim panas yang berlaku mulai Juli 2024 hingga Agustus 2024 sehingga masyarakat perlu waspada terhadap potensi kebencanaan khususnya kekeringan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi di Batang, Senin, mengatakan bahwa meski saat ini sedang musim panas bersifat basah namun potensi kebencanaan masih perlu diwaspadai oleh masyarakat.

"Berkaitan dengan kekeringan, kami sudah mengeluarkan surat keputusan siaga darurat. Oleh karena itu, kami menghidupkan posko-posko yang ada di kecamatan," katanya

Menurut dia, pihaknya akan terus memantau dan siaga menerima laporan kebencanaan seperti kekeringan, kebakaran lahan, dan tanah merekah.

Saat ini, kata dia, Kabupaten Batang sudah memasuki musim panas tetapi sifatnya basah sehingga masih dimungkinkan turun hujan namun hanya satu waktu serta tidak panjang durasinya.

"Hujan pun bisa terjadi hingga satu minggu sekali, menyesuaikan cuaca. Akan tetapi, cuaca tersebut tidak membawa badai," katanya.

Ulul Asmi memperkirakan puncak kekeringan di daerah terjadi pada minggu ketiga Agustus 2024 sehingga masyarakat perlu waspada dengan adanya potensi bencana itu.

"Pantauan terus dilakukan karena tahun sebelumnya ada beberapa wilayah yang mengalami kekeringan. Akan tetapi, permasalahannya pada masalah teknis bukan 100 persen karena alam sehingga kami lebih mengintensifkan ke peralatan yang mengalirkan air ke masyarakat," katanya.

Dikatakan, pada 2023 Desa Wonomerto, Kecamatan Bandar, Durenombo Kecamatan Subah, dan Pretek Kecamatan Pecalungan mengalami kekeringan.

Namun, kata dia, permasalahan sudah dapat ditangani karena ada upaya perbaikan infrastruktur seperti membuat tandon air dan mencari sumber air lain.

"Seperti di Desa Durenombo mengalami kerusakan pompa namun itu sudah diperbaiki. Kemudian, Desa Wonomerto juga sudah dibuatkan bak penampung air," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.