Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ida Fauziyah: Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia Terus Alami Perbaikan

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 18:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ida Fauziyah: Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia Terus Alami Perbaikan Doc: kemnaker.go.id

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia terus mengalami perbaikan, terlihat dari turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 5,45 persen pada 2023 menjadi 4,82 persen pada 2024.

"Namun demikian, tentunya angka ini harus terus kita turunkan dengan berbagai upaya yang terukur dan terarah," kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu (27/7) lalu.

Berbicara di sela-sela kegiatan G20 Brasil di Fortaleza, Brasil, Jumat (26/7), Menaker menjelaskan ada beberapa penyebab TPT Indonesia relatif masih tinggi dibandingkan negara-negara Asean. Menurut dia, dengan jumlah penduduk mencapai 281,6 juta jiwa, Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar di Asean dan angkatan kerja baru sekitar 3-3,5 juta setiap tahunnya. Selain itu, kata dia, masih terjadi ketidaksesuaian ataumismatchketenagakerjaan yang mengakibatkan tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia masih di bawah rata-rata Asean.

Ida menyampaikan bahwa hal itu juga berdampak pada kondisi pasar kerja, di mana sebenarnya tersedia lapangan kerja baik dalam maupun luar negeri, namun masih belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena masih adagapkompetensi calon pekerja dan lowongan pekerjaan yang ada.

Saat ini Indonesia sedang menciptakan lapangan kerja yang berkualitas agar para pekerja/buruh mendapatkan pekerjaan yang layak. Menurut Ida, hal itu menjadi penting agar Indonesia dapat segera bangkit optimal setelah pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor ekonomi di Indonesia, terutama pariwisata, manufaktur, dan jasa.

Selain itu, perlambatan ekonomi global turut mempengaruhi permintaan ekspor Indonesia, sehingga berdampak pada industri manufaktur dan sektor-sektor lainnya yang bergantung pada perdagangan internasional.

"Oleh karena itu, penciptaan lapangan kerja formal terus kita tingkatkan. Kita tidak ingin seperti Filipina di mana angka pengangguran relatif rendah namun tingkat kemiskinan justru lebih tinggi," ujar Ida.

Menaker juga memastikan bahwa pemerintah terus berusaha untuk menekan TPT termasuk dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, mendorong investasi dengan mempermudah perizinan, mendukung sektor informal menjadi usaha formal, mendorong sektor unggulan dan membangun ekosistem sistem informasi pasar kerja nasional.

"Kita juga terus meningkatkan produktivitas pertanian. Sektor pertanian juga perlu dimodernisasi dengan mengadopsi teknologi canggih untuk meningkatkan produktivitas, serta mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif," ucap Ida.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.