Bapanas Usulkan Bantuan Pangan 2025 Sebesar Rp20,2 Triliun
📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/ADENG BUSTOMI
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan anggaran sebesar 20,2 triliun rupiah untuk bantuan pangan masyarakat pada tahun depan. "Di tahun 2025 pun kita masih mengusulkan sebanyak 20,2 triliun rupiah untuk bantuan pangan masyarakat," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, di Jakarta, Senin (29/7).
Seperti dikutip dari Antara, Sarwo menambahkan bantuan pangan masyarakat tersebut berupa beras 10 kilogram kepada 22,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM), kemudian juga untuk 1,4 juta keluarga risiko stunting (KRS).
"Ini masih kita usulkan di tahun 2025. Masalah nanti ada pertimbangan pemerintah mungkin berkaitan dengan keuangan pemerintah, itu kita tunggu. Yang penting kita sudah mengusulkan," katanya.
Sarwo menyampaikan bantuan pangan oleh pemerintah ini masih akan terus dilanjutkan untuk tahun depan, seperti pada 2024 ini untuk tahap pertama periode Januari sampai Juni, kemudian nanti dilanjutkan untuk bulan Agustus, Oktober, dan Desember.
Program bantuan pangan beras 10 kilogram yang diberikan kepada KPM di seluruh Indonesia, telah berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bantuan Sosial
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2024 mencatat, bersama program bantuan sosial lainnya, program bantuan pangan ini berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di mana persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, menurun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023, dan menurun 0,54 persen poin terhadap September 2022.
Bantuan pangan beras menjadi salah satu program pemerintah untuk bantalan ekonomi masyarakat yang berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan. Hal itu menunjukkan pangan menempati posisi yang sangat krusial mengingat pemenuhannya tidak bisa ditunda maupun disubstitusi dengan barang lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bantuan pangan beras menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat berpendapatan rendah dan mengendalikan inflasi di tengah tantangan ketahanan pangan yang kompleks.
Selain itu, Sarwo mengatakan rapat koordinasi (rakor) perencanaan program pembangunan ketahanan pangan untuk mewujudkan sinergi pembangunan pangan di pusat dan daerah.
"Saya memandang, pertemuan ini penting dan strategis untuk mengupayakan langkah percepatan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2024 dan mengoordinasikan rancangan program dan kegiatan tahun 2025 agar terwujud sinergi pembangunan pangan di pusat dan daerah," ujar Sarwo.
Bapanas optimistis sinergi dan kolaborasi yang dibangun saat ini mampu mewujudkan pemantapan ketahanan nasional di 2025 dan berkontribusi dalam mendukung rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2025 dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.
Bapanas terus mendorong upaya peningkatan produksi pangan dalam rangka mencapai swasembada pangan melalui pembukaan menu Dana Alokasi Khusus (DAK) subbidang pangan.
DAK difokuskan mendukung tematik Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN) dengan menu DAK fisik berupa rehabilitasi laboratorium keamanan pangan dan sarana pendukungnya, dan rehabilitasi Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan sarana pendukungnya, serta DAK Non Fisik berupa penguatan LPM dan pengembangan Desa Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!