Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kembangkan Bahan Bakar Alternatif Demi Dukung Energi Bersih

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kembangkan Bahan Bakar Alternatif Demi Dukung Energi Bersih Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Para narasumber forum diskusi "Pemangkasan Emisi, Market dan Penguatan Industri Otomotif Dalam Negeri" yang digelar di Hotel Santika ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (22/7/2024).

Jakarta - Pemerintah terusberupaya mengembangkan bahan bakar alternatif berkelanjutan biodiesel dan bioethanol, selain elektrifikasi kendaraan, untuk mendukung penyediaan energi bersih secara berkelanjutan.

"Untuk memberdayakan semaksimal mungkin sumber daya yang kita punya, ada pendekatan yang kita lakukan, yakni mengurangi penggunaan BBM melalui program biodiesel dan bioetanol," ujar Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE) Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya MineralHarris, saat diskusi di Kabupaten Tangerang, Senin.

Saat ini pemerintah telah menggunakan bahan bakar biodiesel B35, campuran bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit, dengan kadar minyak sawit 35 persen, sementara 65 persen sisanya dari bahan bakar minyak (BBM) solar, meski penggunaannya masih untuk kereta api.

Kementerian ESDM juga tengah melakukan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel B40 untuk moda transportasi kereta api, sebagai program untuk meningkatkan penyediaan energi bersih secara berkelanjutan.Biodiesel B40 merupakan campuran BBM solar dengan 40 persen bahan bakar nabati (BBN).

"Baru Indonesia juga yang menerapkan B35 yang kita mulai dari 2021 sampai 2024, dan akan naik B40. Tapi, sekarang masih menunggu proses lebih lanjut seperti pengetesan dan lain-lain," kata Harris.

Harris mengungkap pemerintah terus mengurangi penggunaan BBM melalui transisi dari energi transportasi berbasis pembakaran internal ke transportasi berbasis listrik atau baterai, sebelum akhirnya menggunakan bahan bakar berbasis hidrogen pula.

"Saat ini pengurangan penggunaan BBM melalui perubahan dari energi transportasi berbasis ICE(pembakaran internal) ke transportasi berbasis listrik atau baterai, sampai ke hidrogen di kemudian hari, target untuk menuju ke sana sudah dibuat," imbuhnya.

Pemerintah,Harrismelanjutkan, menargetkan populasi 2,2 jutaelectricvehicle(EV/kendaraan listrik) untuk roda empat dan roda dua sekitar 13 juta unit pada 2030.

"Sebagai suatu gambaran bahwa program EV sudah mulai berjalan kendati masih harus ada upaya-upaya untuk melakukan akselerasi yang lebih besar lagi. Tetapi, dalam lima tahun berjalan kita sudah bisa lihat hasilnya,"Harrismenjelaskan.

Hingga saat ini, 87 persen kendaraan di Indonesia masih bergantung kepada energi fosil, seperti batu bara, gas, dan minyak, kata Harris. Pada sektor transportasi, 99 persen masih memakai BBM, seperti solar dan bensin, yang sebagian besar merupakan BBM impor.

"Produksi kita di dalam negeri hanya sekitar 600.000 barel per hari, dan yang kita gunakan setiap hari sekitar 1,5 juta barel. Jadi, kita masih impor sekitar 900.000 barel," Harris menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.